Ingin mengabdi kepada negaranya mengantarkan drinya
masuk Army Chaplain Corps (Korps Ulama Angkatan Darat AS) sebagai salah
seorang ulama militer Muslim. Namun sayang cinta dan pengabdiannya terhadap
Tuhan dan Amerika malah memenjarakannya.
Buku ini mengungkap kisah sisi gelap perang terhadap
terorisme berlebihan tanpa aturan yang menebar bahaya dan mengakibatkan
pahlawan sejati berjiwa patriot yang harusnya diberi pengharagaan atas
jasa-jasanya malah dipenjarakan dan diperlakukan layaknya musuh. Sedikit aneh
memang! Amerika hari ini yang menjadi pusat peradaban dunia ternyata masih
belum bisa sepenuhnya membedakan patriot
sejati dan teroris yang sebenarnya. Reputasi sebagai negara hukum pastinya
tercoreng dengan kisah Kapten Yee.
Amerika masih belum bisa membedakan seratus persen
perang melawan terorisme bukanlah perang terhadap Islam, namun sepertinya
stigma Islam sangat melekat dengan teroris, saat menyebut Islam seperti satu
paket dengan terorisme untuk sebagian orang Amerika. Padahal harusnya semua
orang pasti menyadari bahwa agama apapun bentuknya pastilah sebagai pembawa cahaya
untuk perdamaian.
Amerika menjanjikan kesempatan yang sama pada semua
orang untuk mendapatkan kehidupan yang luar biasa, tanpa memandang siapa dan
darimana mereka berasal. Sungguh idealisme yang sangat luar biasa siapapun yang
mendengarnya pasti akan membuat siapapun akan mengatakan woow! termasuk saya.
Istilah ulama militer (chaplain) membuat saya
bingung karena kita mendengar istilah ulama jarang sekali berkaitan dengan
dunia militer, istilah lain untuk ulama militer di Amerika. Peran dan tugas
ulama dalam kemiliteran adalah untuk menyebarkan gagasan akan perbedaan,
mengakui nilai-nilai perbedaan serta melayani kebutuhan spiritual tahanan dan
hal itulah yang membuat James Yee, Penulis buku ini memilih karier ini yang
membuatnya dijuluki 'Taliban Cina'.
Pendidikan yang diterimanya di West Point,
akademi militer yang paling bergengsi di Amerika Serikat. Memeluk Islam saat
berumur dua puluh tiga tahun, dengan pengetahuan Islam yang dimilikinya Yee
mantap menjalankan keyakinannya. Mengetahui Yee menjadi seorang Muslim dan
melihat Yee keturunan Asia membuat dia dianggap sebagai imigran yang datang ke
Amerika Serikat padahal dia berpikir sebaliknya. West Point adalah tempat sebuah dunia dimana beberapa
pemimpin terbaik Amerika dididik, berjalan di kampus yang sama dan ambil bagian
dalam tradisi yang diwariskan membuatnya terus semangat dalam menyelesaikan
studinya. Semua hal ini masih membuat mereka tidak peduli dan mempertimbangkan bahwaYee adalah
warga Amerika yang setia.
Enam bulan setelah kejadian 11 September tepatnya
bulan Maret Kapten Yee mendapat tawaran untuk ditugaskan pada Kamp X-Ray di Teluk
Guantanamo, Kuba. Yee bahkan tidak tahu menahu keberadaan pusat penawanan
tersangka teroris yang baru saja dioperasikan selama tiga bulan itu. Kemudian
tanggal 19 September 2002 panggilan tugasnya datang kemudian Yee bertugas
disana selama enam bulan.
Yee sama sekali tidak sabar memulai tugasnya di
Guantanamo dalam pikirannya ini salah satu bentuk pengorbanan yang dilakukan
untuk mengabdi kepada negaranya dari yang di dengar ini merupakan petunjuk
penting atas serangan teroris yang terjadi dan seluruh tawanan yang ada di
penjara tersebut beragama Islam. Saat itu terdapat sekitar 300 orang tahanan
yang berasal dari 33 negara. Kebanyakan para petinggi militer di Guantanamo
disana memiliki pemahaman Islam yang sangat dangkal padahal keharusan untuk mengerti dan memahami
hal ini merupakan terpenting agar misi bisa berjalan suskses. Dan meyakini
dirinya akan bisa sebagai jembatan dari dua jurang terpisah dan berusaha membantu
agar situasi di sana bisa menjadi lebih baik.
Kemudian 10
September 2003 mereka menahan James Yee dengan tuduhan dan kecurigaan yang
tidak beralasan yang mengubah jalan hidupnya, menghancurkan keluarganya, dan
merusak kariernya di kemiliteran. Dia ditangkap saat membawanya kembali ke
Amerika. Badan Investigasi Kriminal Angkatan Laut menagkap dan membawanya ke
rumah sakit militer yang terletak di pangkalan laut Jacksonville. Kedua
tangannya di borgol di belakang punggung dan dan kedua kakinya dirantai. Saat
proses penangkapan itu dia tidak melakukan protes. Kemudian beberapa saat dia
menyadari bahwa di hanya salah satu korban yang dikait-kaitkan dengan pelaku
pembajakan pesawat pada serangan 11 September. Lalu mereka membawanya menuju
penjara pelabuhan angkatan laut, mereka terus bertanya apakah dia membawa
dokumen-dokumen berharga yang di yakini sama sekali tidak ada. Yang paling
fatal saat membaca Memorandum Jenderal Miller memuat semua akibat perbuatan
yang dituduhkan, dia dicurigai melakukan beberapa pengintaian yang secara
serius dijatuhi hukuman mati.
Saat di dalam tahanan mereka memperlakukan Yee dengan
sangat keras terutama yang berasal dari kesatuan marinir. Mereka tidak
mengizinkannya menonton berita ataupun membaca koran namun hal ini lebih ringan
daripada yang dilakukan Polisi militer di Penjara Guantanamo yang sering
menggunakan lembaran Alquran untuk membersihkan lantai pelecehan terhdap kitab
suci umat Islam membuatnya sangat sedih dan terluka saat ia pribadi berjuang
untuk melawan teror dalam setiap tugas yang dijalaninya. Dan tepat pada 20
September mereka memberitakan penahanannya dan sontak orang-orang diseluruh
dunia mengetahui bahwa dirinya adalah seorang teroris dan mata-mata.
Islam secara sistematis digunakan sebagai senjata
untuk menyerang para tawanan. Kebanyakan dari keluhan-keluhan tersebut
dipublikasikan meskipun demikian para pejabat militer tidak mengakui kekejaman
yang dilakukan terhadap para tawanan tersebut, pihak militer solah-olah
menutupi informasi yang sebenarnya. Sebagian besar publik percaya pada juru bicara
pemerintah, dan mengabaikan pernyataan-pernyataan mendetail tentang penyiksaan
dan perlakuan kejam terhadap para tawanan. Kritik terhadap pemerintah dari
beberapa prajurit dianggap sebagai bukti sikap ketidakpatriotikan.
Sejak penangkapan Kapten James Yee tidak ada ulama
militer Muslim yang ditempatkan di Kamp Delta (kamp tentara yang terkenal sentimen terhdap Islam). Semua ulama militer disana
beragama Kristen, dan tidak seorang pun yang bertanggung jawab untuk memberikan
dukungan kepada para tawanan. Menurutnya semua penderitaan yang dialaminya merupakan
bagian kecil dari kelemahan kepemimpinan.
James dalam penutup buku ini menyatakan ketakutannya
bahwa semua yang dialaminya hanya dikarenakan bahwa dirinya adalah salah satu
dari 'mereka'--seorang Muslim. Mereka sama sekali tidak mempertimbangkan bahwa james
adalah seorang warga negara, prajurit militer dan seorang patriot. Tapi dalam
tatapan kecurigaan, dia hanya minoritas sesaat yang tidak memiliki hubungan
inklusif dengan pemerintahan nasional Amerika dan dirinya hanyalah seorang
Muslim.
3 Comments
tulisanmu bikin pnasaran ja,,,,,, sambung dong
ReplyDeletesambung kemana?
DeleteLama-lam kaloq dilihat tulisanku panjang pantesan g banyak yg baca...
ReplyDelete