Promosi Makanan Halal, HokBen Siap Hadir di Lombok

16 November, 2022

Setelah menungu sekian tahun finally HokBen membuka cabang perdana di pulau Seribu Masjid. HokBen sendiri memang sudah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Terbukti memiliki lebih dari 300 gerai tersebar di pulau Jawa, Bali dan Sumatera. Berdiri pada tahun 1985 HokBen sukses membuka jaringan makanan siap saji ala Jepang.

Credit to: Mby

Tahukah kamu pendiri HokBen ternyata orang Indonesia asli bernama Hendra Arifin dan bukan orang Jepang, hanya saja dulu Hendra Arifin mempelajari dan membeli langsung sistem dan izin penggunaan merek Hoka Hoka Bento dari Jepang, namun sekarang restoran tersebut sudah tidak ada lagi, dengan kata lain HokBen sudah 100 persen asli Indonesia.

Selain itu maskot logo Hoka Hoka Bento menggambarkan anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki tersebut bernama Taro dan anak perempuan bernama Hanako. Menggunakan karakter manga (komik atau novel grafik menggunakan Bahasa Jepang) maskot HokBen terlihat begitu ciamik.



Apakah HokBen halal? Pertanyaan ini kemudian kerap muncul ketika mendengar kata "Hoka Hoka Bento." Menggunakan bahasa Jepang masyarakat berpikir restoran siap saji ini non-halal dikarenakan negara-negara di Asia Timur memiliki tingkat konsumsi daging babi cukup tinggi termasuk di antaranya negeri Sakura. Padahal arti Hoka Hoka Bento sendiri adalah makanan hangat dalam kotak. Kebiasaan orang kantoran di Jepang yang senang menyantap makan siang dalam bentuk nasi kotak yang disebut bento.

Di tahun 2017 HokBen meraih sertifikat Sistem Jaminan Halal dari LPPOM MUI No. HC574/LPPOMMUI/X/2017. Dengan diperolehnya Jaminan Sertifikat Halal ini maka masyarakat tidak perlu ragu mengkonsumsi produk HokBen insyallah dijamin halal 1000 persen. Untuk memastikan produk HokBen halal PT. Eka Bogainti selaku pemilik gerai HokBen se-Indonesian kemudian melakukan soft launching bertema "Pentingnya Makanan Halal" bertempat di Hotel Golden Pallace Mataram, acara ini menggandeng sekitar 15 blogger Lombok dan sekitar 50 orang tamu undangan hadir dengan mayoritas perempuan. 

The power of moms sepertinya menjadi startegi utama HokBen dalam membidik target marketnya. Kekuatan emak-emak diyakini memiliki posisi strategis dalam proses melakukan promosi. Informasi dan lokasi bisa didapatkan secepat kilat. Kekuatan marketing mereka tidak diragukan. Kekuatan mulut ditopang jari menjadi amunisi utama.

Acara pertama  dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian sambutan hangat dari maanager area Mataram bapak Tedi Setiadi beliau secara singkat menjelaskan tentang tema diskusi dan Grand Launching HokBen di Lombok akan di laksanakan pada hari Jumat tanggal 18 November 2022 di Lower Ground, Lombok Epicentrum Mall tepat di samping KFC. Beliau juga secara langsung memimpin do’a. Untaian do’a terpanjat khusyuk kata demi kata. Doa setulus hati terpanjat demi kemajuan HokBen di area Mataram.

Sesi Talkshow

Seperti yang telah disebutkan di atas talkshow  menghadirkan tiga narasumber utama yakni bapak Tedi Setiadi selaku manager area Mataram, Ibu Ferry Zulaikha perwakilan LPP POM MUI Mataram dan Head of Manager Area HokBen Ibu Irma Wulansari. Ketiga narasumber terlihat santai sembari memaparkan materi kepada peserta. Materi pertama disampaikan oleh Ibu Ferry Zulaikha.

Dalam paparannya Ibu Ferry menjelaskan makna Halal dalam Islam hingga tugas dan fungsi Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan MUI. Menggunakan slide PPT Ibu  Ferry secara detail menjelaskan Hukum halal- haram dari perbuatan maupun benda, hingga jenis makanan/minuman yang masuk kategori non-halal.


Poin-poin Penjelasan:

Pertama, beliau menjelaskan bangkai darah daging Babi, hewan disembelih tanpa menyebut nama Allah Swt, binatang buas dan khamr termasuk haram serts produk olahan dengan teknologi pangan. Kedua, cara konsumen muslim mendapat jaminan ketetapan halal adalah dengan mendapatkan ketetapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan kehalalan  suatu  produk sesuai dengan syari'at Islam. Jaminan itu ditandai dengan label halal pada kemasan setiap produk.

Ketiga, kriteria sistem jaminan halal dimulai dengan pra-syarat yang berisi kebijakan halal, tim managemen halal serta pelatihan dan edukasi. Selebihnya memperhatikan isi hingga evaluasi yang berisi tentang audit internal hingga kajian ulang managemen. (untuk lebih jelasnya bisa mengunjungi website LPP POM MUI).

Pemaparan di atas mengundang penasaran peserta, sesi tanya jawab mulai dibuka. Tiga penanya memulai dengan semangat, salah satunya saya pribadi. Pertanyaan saya seputar pemberian label halal untuk jaminan kesehatan, karena banyak produk berlabel halal yang ditemukan di lapangan sama sekali tidak sehat. Intinya medapat label halal tidak selalu menjadi jaminan suatu produk itu sehat untuk dikonsumsi.

Diskusi berlangsung hikmat sampai akhir acara. Voucher senilai 50.000 untuk 10 orang peserta sudah dikantongi. Hanya menunggu waktu eksekusi. Seluruh peserta berphoto bersama sembari mengucap salam dan mengingatkan peserta lain untuk datang di hari kedua sebelum Grand Opening puncak di hari Jumat.


Hari ke-2 Acara:

Undangan hari kedua tepat saat jam makan siang. Semua blogger sudah bersiap di TKP. Absen selesai dan kupon penukaran tergenggam erat. Saya bergegas menuju meja kasir untuk segera ditukar. Tanpa menunggu lama sekotak bento dan sekotak teh botol berada ditangan, waktunya eksekusi! Rasanya subhanallah mantaaap. Halal, enak dan mantap. Two thumbs up untuk HokBen.


Credit to: Mby

HokBen sudah di Lombok dan rasanya tidak perlu lagi ke luar kota jika ingin membeli. Tinggal buka aplikasi atau datang ke Lombok Epicentrum Mall kita sudah bisa menikmati makanan ini. HokBen #HokBenPastiAmanPastiHalal. Sekali lagi jangan lupa datang! Tanggal 18 hari Jumat kalau perlu tanggalnya dikunci. Temukan promo-promo hot, seksi dan menggoda. Halalan Toyyib Toyyib. Berikut saya cantumkan menu-menu terbaru HokBen. 

Credit to: Bunsal
Credit to: Bunsal

Jangan lupa dateng ya! Banyak promo sampai Desember.

Post a Comment

6 Comments

  1. The power of moms sepertinya menjadi startegi utama HokBen dalam membidik target marketnya. Kekuatan emak-emak diyakini memiliki posisi strategis dalam proses melakukan promosi. Informasi dan lokasi bisa didapatkan secepat kilat. Kekuatan marketing mereka tidak diragukan. Kekuatan mulut ditopang jari menjadi amunisi utama.

    Saya setuju dengan paragraf ini, Mbak Asma. Buku marketing-nya Pak Hermawan Kertajaya juga secara khusus membahas 'perempuan' sebagai segmen pasar yang tidak bisa diabaikan. They have power! They have loudspeakers! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi komennya bang Insyallah buku Pak Herman Kertajaya segera saya pesen.

      Delete
  2. Setelah baca postingan ini jadi tau sejarah berdirinya hokben,dan happy banget sudah tau aman dan halalnya..can't wait untuk makan hokben

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi udah mampir mbak Ayat, bisa langsung dateng ke LEM,, Lower Ground samping KFC banyak promo sampai Desember.

      Delete
  3. Wah, ternyata dibalik brand besar ada sejarah yang sangat unik dan menarik. Siapa sangka pendiri hokben ternyata orang asli indonesia. What a great inspirator to follow. Can't wait to visit hokben soon.

    ReplyDelete