Mungkin bagi sebagian orang dateng ke tempat yang sama setiap
minggu itu bukan hal yang menarik lagi karna sebagian dari kita mungkin akan
mencari spot-spot wisata alam lainnya. Tapi tidak dengan saya yang hampir
setiap hari Minggu datang ke Gawah Tunjang untuk sekedar soft hiking, berenang
di sungai atau mengajak teman-teman baru yang ingin membuang penat rutin
mereka.
![]() |
| Pemandangan dari pinggir jalan setapak |
Kalau saja waktu bisa diputar kembali saya akan memilih untuk kuliah di Fakultas Kehutanan ingin menikmati study tour menjajal liarnya alam dengan pemandangan hijau yang menentramkan. Memakai topi coklat sambil membawa papan catatan dan berdiskusi dengan orang-orang yang memiliki pengetahuan yang mempuni (insighful) tentang hutan dengan segala manfaatnya. Tapi apapun itu kondisi sekarang harus tetap kita syukuri! (Intermesso).
Gawah Tunjang menjadi tempat favorit sejak dua tahun terakhir tempat ini bisa dikatakan menjadi saksi bisu ketakutan kami melewati pandemi COVID-19 dan hutan ini merupakan tempat yang aman dibanding pusat belanja dan swalayan besar di kota. Hikmah pandemi kami menjadi begitu dekat dengan hutan ini. Saking dekatnya para petani hutan sangat familiar dengan wajah kami “Hei lueq kancem dateng? Turun wah mandiq ye solah aiq to bawaq” Ungkap mereka dalam bahasa Sasak. Alam terbuka oksigen murni segar, rasanya seperti mendetox paru-paru kita.
Berada di penghujung utara Gunung sari, Lombok Barat hutan ini terkenal dengan 4 air terjunnya namun kali saya hanya akan mereview salah satu air terjun baru yang belum diketahui banyak pengunjung. Lokasinya tidak jauh dari air terjun yang biasa didatangi para pengunjung. Hanya saja kita akan menyusuri jalan setapak panjang menuju selatan setelah dari parkiran motor. Sekitar 10-15 menit kalian akan menemukan sungai kecil dengan gemericik air yang ribut dan dari kejauhan Air Terjun berwarna tosca siap menanti dan memanjakan mata kita.
Air terjun ini saya berikan nama sendiri semoga pengelola wisata desa tidak keberatan. Air Terjun sedi Lauq saya dan kawan-kawan menyebutnya. Sesampai di sini kalian akan merasa mood seperti di pompa, mencelupkan kaki ke dalam sungai sambil membasuh wajah kalian yang lelah setelah berjalan kaki dan tentunya dikelilingi pemandangan hutan menyegarkan. Tempat ini sangat rekomen untuk kalian yang sedang resah, galau, gundah, bingung atau bosan Insyallah baikan seperti halnya Nabi Muhammad beliau jika sedang sedih selalu pergi ke tempat-tempat yang pemandangannya hijau. Mengikuti sunah pasti bermanfaat!
Air Terjun ini cukup mudah dijangkau dan jalan setapaknya
cukup ramah kecuali cuaca buruk. Tetap waspada terutama kalian yang membawa
anak-anak.
Selamat berlibur!
https://goo.gl/maps/CAGXUZZjBBUSD4cD9
![]() |
| Perjalanan dari Kekeri guys! |







9 Comments
keceee
ReplyDeleteMaksee
DeleteGood job
ReplyDeleteThanks
DeleteLove it, you should go up to the upstream and find many new waterfalls.
ReplyDeleteOkey Ibu Zi. I"ll do it next weeek
DeleteMantap. Tempatnya kece. Saya jg pernah ke air terjun tibu tereng. Emang keren tempatnya. Perginya dulu sehari sebelum Gempa Lombok hikshikshiks
ReplyDeleteExplore bagian Selatan bang ada beberapa lagi diatas
DeleteSiap
Delete