Apa yang terlintas dipikiran kalian saat pertama kali mendengar Aksi Kamisan? Soeharto, Papua, Jenderal, duka-lara keluarga korban, HAM, KONTRAS, beban masa lalu, demokrasi dll. Semua terasa campur baur di kepala saya saat ikut secara langsung memberikan simpati sore itu sambil mendengar orasi mereka.
"Lawan kaum kapitalis....hidup rakyat...hidup mahasiswa" Teriak salah satu orator tepat di depan Taman Budaya, Mataram, Kamis (03/12/2020). Mereka juga menyebut beberapa nama elit politisi yang mereka anggap telah menyakiti rakyat banyak. Diksi mereka terdengar kasar mungkin karena masih muda dan managemen emosi belum terkelola baik. Sentimen keras ke pemerintah terdengar tajam.
Sore itu sekitar pukul 16.00 WITA mereka berkumpul mengenakan atribut serba hitam lengkap dengan payung dan spanduk bertuliskan "Merawat Ingatan, Menolak Lupa." Seperti yang diketahui acara ini untuk mengenang para korban sekaligus mengingatkan tragedi pelanggaran HAM yang sampai saat ini belum ada titik terang penyelesainnya. Janji demi janji para pemimpin tak kunjung realisasi hanya bisa menghela nafas panjang sambil mendoakan para keluarga korban yang sudah 13 tahun berdiri di depan Istana Negara.
Sederet pelanggaran
HAM di Indonesia: Tragedi Semanggi I, Semanggi II, Trisakti, Tragedi 13-15 Mei
1998, Penculikan Aktivis, Tragedi Talangsari, Tanjung Priok ’84 dan Tragedi
1965, Pembunuhan Munir dan lainnya.
Apa sebenarnya faktor utama sederet kasus HAM ini tidak kunjung terselesaikan? Sampai mana upaya pemerintah sejauh ini? Apakah faktor masa lalu yang cukup lama menjadi kendala sulitnya pemerintah mengumpulkan sejumlah barang bukti ataupun saksi atau bisa jadi pemerintah ditekan oleh segelintir elit politisi yang dicurigai terlibat sebagai aktor kunci namun apapun itu Langkah pemerintah seolah jauh dari upaya tuntas penyelesaian kasus HAM tersebut. Ditambah dengan pernyataan Jaksa Agung pada Februari lalu yang mengatakan Tragedi Semanggi I & II bukan pelangggaran HAM berat menambah pedih lara keluarga korban.


7 Comments
Mana beban-beban tambahan yang dilakukan penguasa baru ini? Harus adil sejak dalam pikiran kata Prammu Asmak.
ReplyDelete1. Terkait masalah Novel Baswedan
2. Pesta demokrasi yang mengorbankan ratusan nyawa
3. Pelanggaran HAM terhadap FPI, bukannya saya membela FPI, membunuh seperti itu ngak boleh.
Siappp Ibu Zhi. Terima kasih masukannya
ReplyDeleteSemoga masalah lampau dan terkini bisa tuntas ya kak. Amiiinn
ReplyDeleteAminn kakak. Terima kasih
DeleteInsyallah kalau ada waktu saya akan ikut Aksi damai ini mabk terima kasih sekarang saya tahu Aksi Kamisan sudah ada di Mataram.
ReplyDeleteSaya pingin ikut aksi ini.Btw MAKASI infonya
ReplyDeleteKeadilan untuk kemanusiaan.
ReplyDelete