Cerita Liburan ke Sembalun

Lebih suka gunung atau pantai? Pertanyaan ini muncul beberapa tahun lalu dari mulut salah seorang sahabat yang begitu suka berenang di laut. Karena hobi ngadem dan anti panas jadi clear jawabannya gunung. Mengapa Gunung? Dekat dengan gunung saya merasa bahwa Tuhan itu begitu dekat melebihi urat nadi. Kemuliaan, kebanggaan, keindahan dan keberlimpahan rahmat-Nya terasa begitu kuat terlebih saat melihatnya dari jarak dekat. Inilah menjadi alasan utama setiap tahun mengunjungi Sembalun. Sebut saja ibadah tahunan karena belum mampu umroh.



 
Sembalun sering menjadi topik hangat bahan diskusi di rumah, mulai dari sejarah Sasak- Lombok yang berkaitan erat dengan gunung Rinjani, ekonomi-pertanian, pariwisata unggulan Lombok sampai dengan segelumit permasalahan yang ditimbul dan tentunya berdampak ke masyarakat sekitar. Terlepas dari itu semua, setiap orang pasti memiliki ceritanya sendiri saat mengunjungi desa cantik di kaki Rinjani ini. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi cerita seru saat berada di sana. Semoga saja terhibur! 

Pertama: Menikmati Hutan Pusuk Sembalun

Jika mengambil jalur timur Aik Mel, pasti melewati jalur ini. Pohon-pohon rimbun nan tinggi menemani perjalanan sebelum memasuki pemukiman desa Sembalun Lawang. Udara dingin terasa kuat menusuk tulang, membantu mendetox paru-paru. Bukit-bukit  hijau berdiri kokoh seolah menantang kita untuk mendaki mereka. Banyak mobil dan motor menepi menikmati spot-spot selfie yang ada. Monyet-monyet berhamburan keluar mengaharap belas kasih pengunjung untuk membagikan makanan, tidak jarang ada yang nakal membawa kabur seperti yang saya alami. Godek Jamaq (sebutan orang Sasak jika sedang kesal). Oh ya Pastikan kalian memakai jaket terutama yang tidak bersahabat dengan udara dingin.

 

Kedua: Memetik Stoberi di Ladang Orang 

Dengan membayar 10 k kalian bisa memetik stoberi langsung di TKP, anggap saja menjadi Li Zi Xi sehari. Petik sepuasnya lalu ditimbang setelah itu dibayar. Harga/kilogram 50k karena harganya lumayan. Pastikan kalian memetik yang besar, merah dan ranum. Puncak musim terjadi di bulan Juni – Agustus. Baiknya pecinta stoberi datang ke Sembalun di bulan-bulan ini.

 



Ketiga: Mengunjungi Rumah Adat Sembalun & Bukit Selong

Pemandangan spektakuler persawahan Sembalun terlihat jelas melalui bukit ini. Saya sering menyebutnya “karpet ajaib.” Menaiki sekitar 20 anak tangga dengan pemandangan atap-atap cantik rumah adat Sembalun yang masih terpelihara baik. Tiket masuknya 10k cukup murah untuk menikmati dua tempat kece sekaligus. 


 

 

Keempat: Main ke Kebun Bunga

Tempat ini cocok untuk pecinta bunga-bungaan karena berbagai jenis bunga ada di tempat ini dan beberapa bibit langsung di beli dari luar negeri. Tidak hanya kebun bunga tempat ini juga menyewakan sebuah villa cantik yang harganya cukup fantastis dan jelas kurang bersahabat dengan kantong pribadi, well yang memiliki uang lebih ya Monggo! Sekitar Dua tahun lalu saya bertemu dengan penjaganya dan beliau sangat baik. Saat itu hujan besar dan saya dengan salah seorang kawan terjebak. Kamipun mengobrol berkenalan dan mereka memberikan kami santap siang gratis. Si bapak dan istri sangat mulia saya berdoa semoga Allah membalas kebaikan mereka.

 

Kelima: Mandi di Air Terjun Mangku Kodek

Air terjun ini terkenal karna warna airnya hijau tosca, beruntung saya kemari saat musim panas jadi airnya tidak berubah warna. Untuk menjangkau air terjun ini medannya cukup terjal walaupun masih bisa menggunakan motor tapi pastikan kalian memiliki skill berkendara yang baik karna jika tidak kalian bisa terpeleset karena banyak turunan licin menyebalkan. Teringat memori buruk saat saya datang bersama kakak waktu itu. Di tengah jalan motor kami tergelincir karena kondisi jalannya berpasir. Kami tergelincir keras Alhamdulillah kami hanya lecet tidak mengalami luka serius. Beruntung air terjun ini sangat cantik mengobati rasa takut setelah tergelicir.

Keenam: Berenang di Sembalun Agro Villa

Tempat ini paling kece untuk menikmati kemegahan Rinjani sambil berenang. Banyak yang bilang berenang di sini sambil menatap gunung Rinjani terasa seperti bos pemilik hotel. Terdengar aneh sich namun saya hanya bisa menjawab amin, anggap sajalah lagi berdoa. Yang paling kece dari tempat ini saat saya tiduran di tenda-tenda berwarna orange yang disediakan untuk tamu. Jikalau tidak mau tidur di dalam ruangan jadi bisa sambil nge-camp ceria. Walaupun saat itu berkabut Rinjani tetap terlihat cantik.


                         
 
Untuk kalian yang berencana datang ke Sembalun tetep harus taat protocol kesehatan demi saling menjaga satu sama lain. Pastikan menggunakan masker dan membawa anti septik, usahakan jaga jarak jika melihat banyak orang. Yang terpenting jangan buang sampah plastik sembarang karena ini sudah tahun 2020 harus sensitif dengan issue lingkungan yang satu ini. 

Selamat Liburan!
 
 

Post a Comment

16 Comments

  1. Tulisannya menghibur dan informatif kak😍😍😍

    ReplyDelete
  2. Kalau ke Sembalun pasti metik strauberry.

    ReplyDelete
  3. I love Sembalun and this post also. Kereeeennn komplit

    ReplyDelete
  4. Komplit info nya... bisa jadi referensi nih kalau ke Sembalun

    ReplyDelete
  5. Aku ke sana hari Minggu mbak. Makasih kecewe bgt
    Ne.

    ReplyDelete
  6. siap deek! jangan lupa pakeq masker dan bawa anti septik yooo

    ReplyDelete
  7. Artikel nya sangat menarik dan tempat sangat indah dan suasana nya tentram

    ReplyDelete
  8. Berenti saya anter kamu udah jatuhin saya di Mangku Sakti

    ReplyDelete
  9. Informatif dan menarik! enak dibaca ditambah foto-fotonya juga bagus-bagus. Jadi pengen ke Sembalun lagi

    ReplyDelete
  10. kangen kamu Ibu Debbieeeeee 😊😊 sehat selalu ya

    ReplyDelete
  11. Sembalun selalu jadi favorit semua orang.

    ReplyDelete