Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuktikan kita
mencintai alam ini. Salah satunya dengan menanam bakau (mangrove planting). Bisa dikatakan sebagai salah satu upaya untuk
melindungi dan melestarikan ekosistem pesisir.
Hari ini kami “EduLand” digandeng untuk menghadiri bakti
sosial yakni menanam mangrove di Pantai Cemare, Lembar. Acara ini diinisiasi
oleh Alumnus Sekolah Tinggi Perikanan yang bekerja sama dengan berbagai pihak
yakni Dispolair NTB, MALFI, PMI Lobar,WCS, BKIPM Mataram, DKP Lobar, BKSDPL
NTB, BPBL Lombok dan sebagai induk Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB.
| Photo Bersama Partisipan |
Acara berlangsung seru dan begitu menyenangkan. Dimulai
dengan sambutan yang diberikan oleh penyelenggara acara kemudian pengenalan
tentang tumbuhan bakau (mangrove)
kemudian fungsi serta cara menanamnya.
| Proses Menanam Bakau |
Dijelaskan bahwa
mengrove merupakan salah satu tumbuhan yang hidup di bagian pesisir pantai
berbentuk semak. Tumbuhan ini juga disebut sebagai tumbuhan penjaga pesisir
pantai. Mengapa penjaga karena fungsinya yang menjaga kita dari berbagai
bencana alam antara lain banjir, abrasi laut dan tentunya untuk melindungi
tumbuh kembang fauna dan flora yang hidup disekitar pesisir. Dapat dikatakan
bahwa bakau sebagai salah satu penyeimbang ekosistem pesisir. Cara menanamnya pun
cukup sederhana bisa dengan dua cara yakni cara pertama dengan menanam langsung
buahnya dengan mengumpulkannya (propagule)
terlebih dahulu dan melalui persemaian.
Selain itu mangrove
juga bernilai ekonomis, disebutkan bahwa satu hektar tanaman bakau dihargai
atau setara dengan harga satu miliar lebih. Apabila masyarakat menjaga
kelestariannya maka masyarakat yang hidup disekitaran pesisir dapat memanfaatkan
potensinya secara ekonomi.
Ini merupakan pengalaman pertama saya menanam bakau secara
langsung dan saya merasa berguna dan merasa lebih dekat dengan Yang Maha Kuasa.
Semoga Bermanfaat!
1 Comments
kegiatan yang baik. mangrove memang banyak manfaatnya. duh... jadi pengen ikut acara2 kayak gini.
ReplyDelete