Cegah Pneumonia Dengan Imunisasi PCV (Pneumococcal conjugate vaccine)



Seorang Ibu pastilah sangat khawatir terhadap penyakit yang menimpa anak-anaknya apalagi yang masih balita. Pneumonia merupakan penyakit yang paling ditakutkan oleh Ibu-ibu hampir di seluruh belahan dunia. Merupakan penyakit utama penyebab kematian balita di dunia. Berkontribusi sekitar 16% kematian balita setiap tahun. Diperkirakan hampir dua balita meninggal setiap menit disebakan oleh penyakit ini dan pada tahun 2015 Kementrian Kesehatan memperkirakan kasus tertinggi di jumpai di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berita yang cukup mengejutkan!

 
Para pembicara
Kemarin (2/10) bertempat di Aula Rapat utama Kantor Gubernur Mataram saya berkesempatan mengahadiri Program Demonstrasi Imunisasi Pneumokokokus Konyugasi. Program ini bertujuan menggandeng media untuk membantu sosialisasi dan mengedukasi masyarakat terkait dengan pemberian vaksin PCV yang tahun ini dimulai di Lombok Barat dan Lombok Timur.

Hadir sebagai pembicara berbagai akademisi dan praktisi di bidangya yakni Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr.Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., Ketua ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) yakni Prof. Sri Rejeki, Direktur Surveilands dan Karantina Kesehatan dr. Jane Soepardi, MPH., Komda PP-KIPI Provinsi NTB Dr. I.G.G. Djelantik, sp. A(K)., dan ketua MUI NTB Prof. H. Syaiful Muslim.

Mereka semua memaparkan materi secara lengkap tentang program pemberian vaksin PCV serta dengan ulasan-ulasan lainnya yang terkait satu sama lain. Penelitian dari berbagai ahli di seluruh dunia tentang penemuan vaksin kemudian pabrikasi, anggaran APBN setiap tahun untuk Pembelian dan distribusi vaksin yang menyentuh angka hampir 1, 3 Trilyun pertahun, angka yang sangat fantastis serta beberapa bantuan dana dari negara lain.

Pneumonia atau yang biasa kita kenal dengan paru-paru basah. Penyakit ini sangat berbahaya apabila menyerang anak-anak kecil terutama balita karena sudah pasti berakibat fatal yakni kematian. Sistem pecernaan mereka yang belum sempurna sehingga belum siap melawan bakteri yang masuk. Bakteri penyebab Pneumonia adalah bakteri Streptococus Pneumoniae atau Pneumokokus dan bakteri Haemophilus Influenzae tipe b atau Hib. Oleh karena itu Kementrian Kesehatan telah mengeluarkan kebijakan pemberian imunisasi pneumokokus konyugasi yang akan diselenggarakan secara bertahap dimulai pada bulan Oktober 2017. 

Maka dari itu diharapkan untuk Ibu-ibu untuk membawa anak-anak balita mereka untuk memperoleh vaksin ini. Vaksin ini diberikan secara gratis yang dilakukan di fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan yakni Posyandu, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Rumah Sakit Pemerintah dan Rumah Sakit Swasta, Klinik Mandiri Dokter dan fasilitas kesehatan lainnya.

Vaksin ini aman dan telah direkomendasikan oleh WHO serta telah lulus uji BPOM. Vaksin ini juga telah memperoleh sertifikat halal dari IFANCA (Islamic Food and Nutrition Council of Amerika) yakni suatu badan penilai dan penerbit sertifikasi halal yang telah diakui dan bekerja sama dengan MUI.

Jangan berpikir lagi bahwa pemberian imunisasi itu haram karena ajaran Islam mendorong umatnya untuk senantiasa menjaga kesehatan dan pemberian vaksin merupakan salah satu ikhtiar dan yang harus diingat bahwa imunisasi sebagai salah satu tindakan medis untuk mencegah terjangkitnya penyakit tertentu, bermanfaat untuk mencegah penyakit berat, kecacatan dan kematian. (Fatwa MUI No. 05 Tahun 2016).

Semoga Bermanfaat!



Post a Comment

1 Comments