Masa-masa remaja merupakan fase yang pasti
dilewati setiap orang. Beranjak dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang
memiliki rentang usia sekitar 12-18 tahun. Pada masa ini banyak sekali hal yang
ingin dicoba termasuk dengan mengikuti trend
yang ada. Remaja yang tidak mengikuti trend kerap dikatakan kuper (kurang
pergaulan), deso, katrok, kampungan dsb.
Kemajuan teknologi hari ini yang dinikmati
memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap pola prilaku mereka. Kemajuan
teknologi mengharuskan mereka memiliki fasilitas penunjang di antaranya smartphone Android, Laptop, motor,
pakaian yang trendi, dsb. Fasilitas tersebut tidak hanya untuk memenuhi
kebutuhan mereka sebagai siswa melainkan juga sebagai anak muda yang bergaul di
masanya.
Perubahan gaya bicara atau bahasa yang
digunakan terlihat jelas di tambah tata cara berpakaian yang mengikuti trend fashion terbaru menjadi
warna-warni tersendiri bagi dunia remaja. Mereka juga menciptakan bahasa
sendiri yang sama sekali terdengar aneh namun cukup kreatif.
Beberapa waktu yang lalu saya
berbincang-bincang ringan dengan beberapa remaja. Mereka dengan terbuka dan
santai bercerita tentang banyak sekali hal mulai dari sekolah, teman-teman
sebaya, gaya pacaran ala remaja, seks bebas dan keadaan rumah.
Untuk seputaran sekolah kebanyakan dari
mereka menjawab bosan dan mengeluhkan guru yang hanya memberikan catatan demi
catatan setiap hari hal tersebut berulang-ulang dan membuat mereka merasa penat
dan malas belajar. Jika membicarakan sekolah mereka tidak terlalu bersemangat,
wajah mereka terlihat tidak bergairah. Topik cinta menjadi favourite, saat saya
mulai bertanya kalian semua sudah bisa pacaran? Dengan malu-malu mereka
tersenyum dan menjawab iya dan hampir 99% teman-teman mereka sudah mengenal
dunia percintaan. Mereka juga menjelaskan beberapa dari teman-teman mereka ada yang
melakukan seks bebas. Dengan nada polos mereka mengatakan “Iya kak Asmak mereka
sendiri terbuka menceritakan hal tersebut kepada kami bahkan sampai
berulang-ulang.” Saya hanya tersenyum ringan memandang wajah polos mereka
bercerita.
Keadaan rumah menjadi hal yang paling banyak
dibahas. Orang tua mereka sebagian besar tidak melakukan pengawasan terhadap
aktivitas mereka saat menggunakan sejumlah fasilitas yang diberikan, karena
kebanyakan dari mereka juga tidak mengenal media sosial FB, IG, Twitter dan lainnya. Gagap
teknologi juga menjadi penyebab beberapa orang tua, tidak ketat melakukan
pengawasan.
Menjadi catatan bagi orang tua bukan hanya
sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan fasilitas tersebut namun bagaimana
orang tua mampu mengarahkan anak-anak remaja mereka mampu menggunakan fasilitas
tersebut lebih bijaksana sehingga fasilitas tersebut membuat mereka terus ingin
belajar bukan malah membuat mereka sibuk mengurus hal lain yang belum pantas
dilakukan di usia mereka.
Terima kasih!

2 Comments
semoga kelak kita bisa menjadi orang tua yang bijak... Aamiin Yaa Rabb
ReplyDeletesemoga kelak kita bisa menjadi orang tua yang bijak... Aamiin Yaa Rabb
ReplyDelete