Pernahkah kalian mendengar sanggar seni yang satu ini? Mungkin
belum banyak yang mendengar, karena Sanggar Papuq Icunk masih terbilang baru
didirikan sekitar empat tahun yang lalu. Didirikan oleh salah satu seniman
sekaligus Budayawan Lombok (Sasak) yang bernama Sahnan. Beliau aktif bekerja
sebagai PNS di Dinas Pariwisata Provinsi tepatnya di bagian Divisi Kebudayaan.
Wajah beliau juga sama sekali tidak asing karena sering muncul di stasiun TV
Lokal. Hampir 90 persen masyarakat Lombok pastilah mengenal wajah Seniman yang satu
ini.
Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan bermain ke “Sanggar
Papuq Icunk” milik beliau yang terletak di Desa Gegutu, Lingsar, Lombok Barat.
Masih minimnya dana sehingga Sanggar Papuq Icunk masih dalam satu kawasan
rumah. Penggiat budaya Lombok yang satu ini memiliki jiwa humor yang sangat
tinggi, seseorang yang mengenalnya pasti sudah mengetahui hal ini sebagai ciri khasnya.
Jokes yang kerap dilemparkan membuat saya sering tertawa tidak jarang sampai
perut terasa sakit. Saya sangat menikmati waktu bebincang bersama beliau. Jokes,
nasihat, ilmu pengetahuan tentang seni dan budaya Lombok menjadi topik hangat
dan menyenangkan.
Sebelumnya saya sangat penasaran mengapa sanggar ini bernama
Papuq Icunk. Siapa sebenarnya Papuq Icunk? Apakah nama itu hanya sekedar nama
orang tua (nenek/kakek) yang biasa dipanggil papuq dalam bahasa sasak. Ternyata
nama Papuq Icunk adalah nama salah satu pahlawan Lombok yang ikut berperang
pada masa penjajahan Belanda di bawah Komando Jenderal Vann Ham dulu.
Setelah itu nama Papuq Icunk juga dijadikan nama untuk salah
satu wayang kreasi yang dibuat oleh beliau. Beliau sering menggunakan media
wayang sebagai media seni karena memiliki anggapan bahwa semua manusia hidup
seperti wayang dan dalangnya adalah Tuhan. Menyampaikan pesan-pesan syiar
Islami seperti wayang sasak pada umumnya.
Wayang kreasi yang sering ditampikan sering diiringi dengan
alat musik cilokaq ala ale-ale. Sekitar sepuluh orang pemain mengiringi saat
Dalang memainkan wayang saat pentas. Kemudian cerita yang dimainkan saat pentas
disesuaikan dengan tema undangan.
![]() |
| Credit to: Sahan, SH |
Untuk menampilkan “Papuq Icunk Performance” atau wayang
kreasi tersebut maka kita harus mengeluarkan kocek yang cukup dalam sekitar 3-7
juta rupiah. Harga tersebut masih dikatakan bersahabat karena berbicara masalah
kreatifitas apalagi seni maka tidak dapat dihargai dengan nominal uang.
Terima Kasih!


3 Comments
Semoga beliau selalu sehat, trakhir berjumpa pas kgiatan poltekpar
ReplyDeleteSemoga beliau selalu sehat, trakhir berjumpa pas kgiatan poltekpar
ReplyDeleteAminn
ReplyDelete