Soe Hok Gie: Sebuah Potret Pejuang Kebenaran




Ada pendapat yang mengatakan bahwa menulis tentang seseorang tidak selalu perlu mengenal orangnya secara pribadi, tetapi melalui karyanya kita bisa memahami dan menilai. Melalui karya tersebut refleksi seseorang tersebut bisa  muncul. Memang dalam karya-karya yang lain beberapa tidak secara langsung dan spesifik menggambarkan sosok penulisnya itulah yang menjadi perbedaan.

Dengan membaca buku ini saya berpikir bahwa seseorang yang  memilki catatan harian adalah seseorang yang jujur terhadap dirinya terhdap apa yang dia lihat, dengar, dan alami sehingga dia menuangkan pengalaman tersebut ke dalam tulisan sehingga penjelmaan diri paling dalam darinya muncul. Catatan harian ini kemudian menjadi catatan hebat dalam lika-liku kehidupannya. Sejak berusia limabelas tahun Gie sudah menulis di Indonesia usia semuda itu dapat dikatakan pencetak rekor karena sangat jarang terjadi.

Sebagai generasi muda hari ini membuat saya merasa sangat kecil dan tidak tau apa-apa. Pemahaman sejarah yang sepotong-potong membuat saya wajib belajar kembali untuk memahami apa yang pernah terjadi pada zaman Gie, era (1942-1960-an.) Gie adalah sosok anak muda Indonesia yang lantang dan berani menyampaikan kritik-kritiknya tanpa embel-embel apapun selain kebenaran.

Catatan Seorang Demonstran merupakan  demonstrasi yang merupakan cerminan daripada pertentangan politik dan kristalisasi dari kekuatan-kekuatan politik di Indonesia saat itu. Dalam “high level politics  terjadi antara 2 blok besar yakni group militer dari Nasution-Soeharto-Hamengkubuwono dan group anti-Nasution Subandrio-Chairul Saleh beserta Presidium Kabinet. Gie hadir sebagai patriot yang membela kepentingan rakyat terutama rakyat kecil dengan menolak kenaikan harga karcis bus dan naiknya harga Bensin, dia berhasil menjadi arsitek dari “Long march” Salemba-Rawamangun.

Kecaman yang dilontarkan oleh Soek Hok Gie dilancarkan atas pemikiran yang jujur, dan itikad baik. Ia tidak selalu benar tapi ia selalu jujur. Salah satu putra terbaik bangsa ini meninggal pada usia yang masih sangat muda. Buku ini menjadi referensi yang bagus khusunya kaula muda, ide dan pemikiran Gie sarat dengan kesadaran yang besar akan hakikat kemanusiaan. Perjuangannya berani berkorban dan memang sering menjadi korban.

Post a Comment

3 Comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. tak pernah berhenti berjuang, pecahkan teka teki malam

    ReplyDelete
  3. tak pernah berhenti berjuang, pecahkan teka teki malam

    ReplyDelete