Kali ini saya berkesempatan
mengahadiri peresmian Kampung Wisata Adat Sengkoah yang berada di Desa Labulia,
Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Kebetulan penggagas kampung adat ini saya
kenal cukup akrab dan beberapa kali saya dan keluarga pernah berkunjung ke
kediaman mereka. Dia seorang perempuan bernama Siti Lathifah berkecimpung di
dunia pariwisata dan beliau aktif sebagai dosen di Politeknik Pariwisata
Mataram. Suskes dibantu suaminya berhasil mewujudkan Kampung Wisata Adat
Sengkoah ini.
![]() |
| Credit to: Viva valiaa |
Saya mendengar rencana beliau
menggarap project ini sudah sejak lama dan akhirnya hari ini beliau membuktikan
berhasil mewujudkan rencana tersebut. Saya sangat bangga dan bahagia mendengar
khabar gembira ini. Semoga di masa akan datang akan ada Siti Lathifa yang lain,
yang mampu berkontribusi dan menggali potensi wisata daerah seperti yang
dilakukan beliau hari ini.
Berbicara masalah desa adat
khususnya di Lombok pastilah yang kita tahu hanya sebatas desa Sade, Bayan,
Blek (Sembalun), Segenter, dan Belek (di Kayangan). Sebagian besar desa adat
tersebut pernah saya kunjungi tapi tidak banyak yang saya pelajari dan saya
gali dan hari ini mengingatkan saya pada mata kuliah yang dahulu saya ambil
“hukum adat” selama satu semester tapi memang yang saya ingat desa adat tidak
spesifik banyak dibahas hanya sebatas sejarah, pengertian dan istilah hukum
adat di Indonesia dan yang paling dominan adalah tulisan sarjana-sarjana barat
khsusnya di Belanda sana seperti Prof. Snouck Hurgrounje dan Prof. Van Vollen
Houven yang pertama kali meneliti, menulis dan memperkenalkan hukum adat (adat
recht) ini di dalam pengembangan keilmuan ilmu hukum.
Sengkoah menjadi Kampung Wista
Adat yang dapat dikatakan baru dan berhasil menjadi pemenang desa adat terbaik
Se-provinsi, ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan yang disampaikan
Siti Lathifa hari ini dalam sambutannya dan beliau terus mengingatkan kita
untuk terus memperomosikan wisata Lombok di dunia internasional apalagi
sekarang Lombok terkenal dengan wisata khalalnya.
Sepanjang acara berlangsung
banyak atraksi wisata khas Lombok yang diperlihatkan antara lain Zikir Zaman
dan Presean yang diringi dengan alunan musik tradisional Lombok dan hal
tersebut mengundang reaksi tamu undangan untuk maju ke depan menyaksikannya
secara lebih dekat apalagi saat Presean berlangsung semua hadirin undangan
terlihat berteriak seru melihat masing-masing petarung.
Selain itu Desa Labulia ini
memiliki situs peninggalan yang masih terjaga dengan sangat baik yakni Situs
Batu Singgang, Situs Pendewaq Pelabu dan Makam Batu Kuripan. Itulah yang
menjadi salah satu alasan mengapa Desa Labulie ini mendirikan Kampung Wisata
Adat Sengkoah ini. Acara ini ditutup dengan sesi berphoto dengan Kadis
Pariwisata Loteng dan tamu undangan yang lain.


3 Comments
Cakep
ReplyDeleteterima kasih!
DeleteAseekkkkkk
ReplyDelete