Hari
minggu kemarin tepatnya Minggu 22 April 2017 saya dengan beberapa teman-teman
volunteer yang lain berkesempatan ikut berpartisipasi dalam merayakan Earth Day atau yang kita kenal dengan
hari bumi. Kali ini kita merayakannya dengan menanam pohon. Beberapa jenis
pohon pelindung kami tanam salah satunya adalah sengon. Dengan semangat yang
berapi-api kami mengangkat bibit-bibit pohon tersebut ke dalam hutan yang
terletak di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Posisi hutan
tersebut tidak terlalu jauh dari pemukiman warga namun rute yang dilewati cukup
membuat kami bingung. Untungnya jumlah kami cukup banyak sehingga semuanya
saling mengingatkan. Tersesat di dalam hutan kita tidak bisa menggunakan aplikasi
Google Map karena tidak ada sinyal
lebih baik menggunakan GPS (Gunakan Penduduk Setempat) karena itu jelas lebih
membantu.
Beberapa
hal kami lakukan selama kegiatan berlangsung di antaranya membawa bibit-bibit
pohon yang telah disediakan oleh teman-teman dari Malfi kemudian ada beberapa
yang disediakan juga oleh warga di sana yang jumlahnya cukup banyak dan mungkin
butuh waktu beberapa hari bila harus menanam semua bibit pohon tersebut
terlebih lagi kami harus menyusuri hutan lebih jauh lagi untuk menggali dan
mencari lubang yang bagus untuk posisi menanamnya. Hampir setengah dari bibit
pohon tersebut yang bisa kami bawa ke dalam hutan dan semuanya berhasil kami
tanam.
Selama
menanam pohon beberapa teman melempar jokes ringan karena ada beberapa anak-anak
Amerika yang ikut hadir di sana. Saya mendengar salah satu teman berkata “suruh
aja tu bule-bule nyangkul! karena mungkin di Amerika mereka gak pernah pada nyangkul.”
Mendengar itu semua membuat saya tertawa kecil. Faktanya mereka sangat baik dan
rajin dalam mengerjakan apapun sekalipun itu mencangkul hal jarang yang mereka
lakukan.
Setelah
beberapa jam di dalam hutan menanam bibit-bibit pohon tersebut kami kembali dan
singgah di salah satu rumah warga, mereka menyediakan berbagai makanan untuk
kami semua. Buah semangka, kacang rebus, dan bantal (jajanan khas tradisional Lombok yang dibuat dari
ketan, pisang dan biji kacang kedelai.) Mereka sangat baik dan ramah selain
menyediakan makanan mereka juga menyediakan perlengkapan seperti cangkul,
sekop, yang kami butuhkan untuk menanam bibit-bibit pohon tersebut sehingga
kami tidak perlu repot untuk membawanya dari rumah.
Kegiatan
ini diinisiasikan oleh MALFI (Mataram
Lingua Franca Institute) yang menggandeng anak-anak Amerika yang sedang
belajar Bahasa Indonesia di sana, BIAP, Earth
Hour dan tentunya EduLand
organisasi tempat saya bernanung sebagai Volunteer. Seperti biasa kami menutup
kegiatan tersebut dengan sesi berpoto ria bersama teman-teman semua dan warga
di sana.
Mengisi
hari dengan kegiatan positif itu sangat membantu kita untuk lebih bahagia dan
tentunya lebih sehat. Itu yang saya rasakan bersama teman-teman yang lain.
Photos Credit to: Ziadah Ziad
2 Comments
saya sedih gak jd ikut gara2 miskomunikasi 😢
ReplyDeleteKONTAK MA MBAK ZHEE CARANYA...
ReplyDelete