Semarak Puncak FESTIVAL RINJANI 2020

Lombok terasa mulai normal, walaupun pandemi COVID-19 masih belum usai. Event seru mulai ramai diadakan tentunya dengan standar protokol kesehatan yang ketat demi menjaga keselamatan semua pihak yang turut berpartisipasi. Kali ini saya dan beberapa teman-teman Lombok Blogger berkesempatan mereview acara puncak Festival Rinjani IV, Minggu 22 November 2020 bertema “Betabek, Mengeja Kembali Rinjani” acara ini sukses mencuri perhatian masyarakat. Terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang ke Taman Budaya, Mataram.  

Acara festival ini bertujuan melihat kegiatan masyarakat Lombok di wilayah sekitar lingkar Gunung Rinjani maupun di luar lingkar tersebut, mengamati kondisi Rinjani setelah bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 di tahun ini. Rangkaian acara Festival Rinjani di lakukan di beberapa kota berbeda di pulau Lombok. Di mana dan apa saja bentuk rangkaian festival tersebut yuuk kita liat!

Photo By: Bang Ajie 

PERTAMA: SANGKEP ADAT DI BAYAN, KLU 

Acara dilaksanakan di tanggal 26 September, 2020. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat adat yang peduli dengan kondisi dan perkembangan Gunung Rinjani. Para tokoh adat ini kemudian memberikan masukan, pendapat dan solusi terkait dengan permasalahan yang melanda Rinjani hari ini seperti masalah sampah plastik, penebangan pohon dan debit air yang mulai berkurang. Masyarakat adat memiliki peranan sentral dalam menjaga dan merawat Gn. Rinjani namun arus pariwisata tanpa kesadaran lingkungan yang baik menjadikan Rinjani hari ini hanya sekedar objek wisata semata.

KEDUA: SANGKEP MULTIPIHAK DI NARMADA, LOMBOK BARAT

Sangkep kedua ini dilaksanakan pada 6 Oktober, 2020. Dihadiri oleh masyarakat adat dan perwakilan pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota serta stakeholders terkait. Hadir sebagai speaker utama Prof. Din Syamsudin mantan ketua PP. Muhamadiyah, Indonesia. Sangkep ini mengajak semua pihak untuk memuliakan alam tidak hanya melihat Rinjani sebagai objek namun juga melihatnya sebagai subjek. Dilaksanakan secara online dan sangkep ini live disaksikan dari kanal Youtube Santiri Foundation.

Selain kedua sangkep di atas, rangkaian Festival Rinjani IV juga melaksanakan sangkep virtual diantaranya Sangkep Netizen yang bertujuan mengais simpati pegiat sosial media untuk peduli terhadap isu-isu Rinjani. Selain itu ada sangkep online yang dilakukan secara regular tentunya masih dalam tema besar pelestarian alam Gn. Rinjani tercinta.

PEMBAGIAN HADIAH KOMPETISI YO’RA HERO & PAMERAN UMKM LOMBOK (ACARA PUNCAK FESTIVAL RINJANI)

Salah satu momen yang paling dinanti pembagian hadiah bagi para pemenang lomba essay, video, photo dan sketsa. Para calon pemenang terlihat wara-wiri di depan venue acara. Pejabat penting terlihat hadir dan bersiap-siap berdiri memberikan hadiah secara langsung kepada para pemenang di antaranya Bapak Kadis Pendidikan & Kebudayaan Prov. NTB, Bpk. Aidy Fur’qon, Bapak Syamsul Hadi ketua divisi Ketuhanan Yang Maha Esa & Masyarakat Adat, Kementrian Pendidikan Pusat dan tentunya direktur Santiri Foundation yakni Bpk. Tjatur Kukuh Surjanto. Secara bergantian mereka memberikan amplop dan sertifikat kepada para pemenang.




Selain pembagian hadiah di atas acara puncak ini juga menghadirkan pameran UMKM Lombok yang ikut berpartisipasi. Komunitas FIKRA, KAIN TENUN BAYAN, KUPI NINA, ERKAEM Merchandise DAN Pengerajin TEROMPA MINI terlihat hadir mengisi stand pameran. Suasana Lombok terlihat sangat kental selama acara festival berlangsung dan menjadi bukti bahwa penyelenggara acara ingin mengajak kita semua untuk melestarikan budaya lokal.


Sebagai penerus generasi muda Lombok saya berharap kita mampu mencintai Gunung Rinjani sepenuh hati tentunya dengan penuh rasa tanggung jawab bersama agar keindahan dan manfaatnya bisa terus kita nikmati selama mungkin.

#festivalrinjani2020#sangkepadat #sangkeponline#rinjanilestari #festivalRinjaniIV 




Post a Comment

8 Comments