Teknologi
saat ini mengharuskan kita eksis di dunia Maya ataupun Nyata. Jika tidak
mengikuti alur maka 100 persen akan ketinggalan kereta ( ketinggalan informasi
atau update berita terkini) Jikalau sudah
ketinggalan sedikit kerepotan untuk mengejar. Orang sudah jauh mengirim Rover
ke Mars kita masih berdiam diri di pojokan (masih tetap di posisi yang sama).
Baru-baru ini kita dibuat
terkejut dan takjub oleh beberapa hoax yang beredar dan terakhir paling
menggemparkan adalah Hoax makan tuan Ratna Sarumpaet. Dia mengaku dianiaya oleh
beberapa orang sehingga wajahnya lebam-lebam ternyata usut punya usut itu
merupakan hasil operasi plastik. Dianggap sebagai korban penganiayaan kemudian
banyak kolega bersimpati dan menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran HAM. Konferensi
pers Ratna sontak mengundang keras reaksi publik.
Dari kasus ini kita bisa melihat
bahwa hoax itu merupakan masalah serius
dan harus segera diatasi. Mudahnya masyarakat hari ini termakan hoax
dikarenakan rendahnya kualitas pengetahuan dan kurangnya kemampuan berpikir
kritis akan sesuatu. Ha-hal tersebut kemudian menjadi faktor utama. Maka dari itu penguatan
literasi digital harus segera dilakukan untuk membantu masyarakat menangkal hoax
yang mulai meresahkan. Hoax membawa
informasi menyesatkan, tidak jarang ada ujaran kebencian menyertainya yang rentan
memicu kita pada perpecahan. Ini
BERBAHAYA!
Rendahnya kualitas literasi media menjadikan masyarakat Indonesia
hari ini lebih banyak mengobrol daripada membaca apalagi menulis sehingga
informasi yang diterima tanpa dibaca secara utuh langsung main sebar tanpa
kritis mempertanyakan validitas kebenaran tulisan. Menurut data yang
disebutkan KOMINFO Indonesia menduduki peringkat kedua terbawah dari 61 negara
yang ditelilti terkait dengan literasi masyarakat.
Maka dari itu tugas kita sebagai
generasi muda Indonesia terutama Millennials untuk memberikan edukasi dasar kepada
keluarga, kolega, tetangga, komunitas dan masyarakat luas untuk bekerja sama menangkal bahaya
hoax. Mari kita lakukan penguatan literasi digital dengan mengajak
mereka untuk membaca dan menulis pokok gagasan informasi yang diterima, mengarahkan
mereka memiliki sumber rujukan bacaan yang jelas dan terpercaya. sehingga kita mampu
menjadi generasi cerdas dan kritis mampu
berjalan bersama memerangi hoax sampai ke akar-akarnya.
Through
Digital Literacy we use technology to do something worth for our culture
and our society and I am sure we can do it.
Xoxoxo
#Millennial
#Antihoax #Penguatanliterasi

0 Comments