Bekebon Ala Permakultur Bareng Mbak Nana


“Lihat kebunku penuh dengan bunga
Ada yang merah dan ada yang putih
Setiap hari . . . . . . .” 

Masih ingat lagu masa kecil ini? Lagu karangan Ibu Sud yang sangat populer yang mengantarkan nostalgia masa kecil kita yang sering main di ladang atau dikebun. Lagu yang liriknya menyadarkan kita bahwa kebun itu bukan hanya untuk sekedar dilihat saja tapi jauh memiliki makna yang lebih daripada itu. “Ucap Mbak Nana di sela-sela obrolan kami.”


Tanah yang disiapkan untuk tanaman-tanaman

Kebunku di sanalah kita bisa belajar begitu banyak hal mulai dari memulai suatu proses, tanggung jawab sebagai manusia, arti sebuah keindahan, perjalanan sejarah dan yang paling utama mampu memberikan manfaat yang begitu besar kepada diri kita dan orang lain tentunya dengan mencintai alam.




Itulah yang saat ini yang dilakukan oleh mbak Nana yang mulai merintis “BEKEBON” berdasarkan Permakultur (permanent agriculuture) dengan konsep forest mimic (bagaimana kehidupan di hutan) yang bisa diaplikasikan ke Gardening dengan skala besar atau kecil. Sebagai contoh sederhana dia menjelaskan “dedaunan yang jatuh dengan sendirinya di hutan akan terkompos dengan sedirinya yang kemudian membantu tanaman itu sendiri kompos itulah kemudian yang menjadikannya sustainable tidak membuatnya berhenti di satu siklus saja. Hal ini yang membuatnya berbeda dengan pertanian konvensional yang harus mengolah tanah dulu dengan campuran pupuk chemical tertentu yang membuat tanah itu tidak beregenerasi”.

Jenis tanaman yang ditanampun beragam tidak monoton satu jenis saja. Ada pohon pisang, ubi kayu, ubi jalar, cabai rawit, tomat, pepaya, selada, bayam, kemangi, bunga krisan, mawar, sepatu, rosella dan lain-lain. Penyemaian bibit ------ pemindahan-bibit ------ Penanaman ----- Perawatan ----- Panen. Semua dilakukannya seorang diri untuk menikmati setiap proses yang sedang dipelajari.

Bibit yang disiapkan
Jenis-jenis tanaman sudah ditanam di lahan yang disiapkan
Ubi Kayu

Singkatnya bertani secara alami. Dia juga menjelaskan bahwa Organik dan Permakultur itu sedikit berbeda. Organik lebih cenderung ke monoculture atau hanya sekedar menanam satu jenis tanaman. Sedangkan untuk permakultur itu seperti membuat suatu ecosystem mengambil contoh:  di hutan (forest) bahwa di sana ada bermacam jenis tanaman jadi tidak monoton satu jenis tanaman saja. Bisa saja bunga, tanaman buah atau sayur mereka bisa ditanam bersama yang mampu mengundang Beneficial Animals ( lebah, serangga atau spider) yang akan datang bergabung sehingga memberikan kehidupan bagi mereka juga.”



Mendengar penjelasan mbak Nana kemudian melihat bagaimana dia menjalankan usaha Bekebon ini, membuat kita wajib menyadari bahwa pekerjaan berkebun atau bertani adalah hal yang sangat mulia dan keren. Mereka yang menganggap remeh profesi ini bisa dikatakan memiliki pendapat sesat dan tidak patut didengar.


Ya Tuhan (berdoa) semoga secepatnya ada kesempatan untuk  bisa mengerjakan seperti apa yang dikerjakan mbak Nana hari ini . Ayooooo kaula muda mulai ikuti jejak mbak Nana untuk bertani secara alami. Indahnya dapet, sehatnya dapet dan barokahnya jelasss 100%. Daripada berduyu-duyun kejer jadi PNS mendingan saya ikut  bekeboooon aja. Sebelum mulai menerapkan ya ada baiknya research dulu lah atau baca bukunya pelan-pelan sembari nambah pengetahuan.


Buku Tentang Permakultur


Kemudian untuk supply. Mbak Nana sendiri mengatakan mencari orang-orang yang sepaham atau sepemikiran dengannya. Jadi nggak hanya monoton mikirin untung semata alias money oriented dan jika dia tidak mau diversifikasi produk mbak Nana tidak akan mau bermitra. Wahhhhh keren banget yaaa!

Menjunjung tinggi pemanfaatan energi dan sumber daya alam yang berkelanjutan membuat Permakultur (permanent agriculture) menjadi pertanian organik plus. Dan mungkin Mbak Nana satu-satunya orang di Lombok yang mulai mempraktikan ini secara nyata.

Rumah mbak Nana juga terbuka bagi kalian yang mau belajar tentang Permakultur. Jadi yang mau KKN atau Excursion bisa dateng ke tempat ini. Ntar dia bakal jelasin panjang lebar tetang Permkultur yang sedang digelutinya. 

Mbak Nana Founder "Bekebon"

Terakhir: Apresiasi sebesar-besarnya untuk mereka yang berjuang demi melestarikan lingkungan. Semoga setelah melihat ulasan ini ada mbak Nana mbak Nana lainnya muncul khusunya di Lombok.  

Semoga bermanfaat! 














Post a Comment

0 Comments