Moringa Oleifera Alias Kelor Tumbuhan Ajaib & Mistis

Kita yang hidup di Lombok pasti akrab dengan tumbuhan yang satu ini. Tumbuhan ini biasa dijadikan sayur. Sayur favorit hampir semua orang yang tinggal di Lombok. Sering disajikan dengan sambal mentah atau biasa disebut orang Sasak dengan “sambel colet.” Kalau sudah ada kelor dan sambal colet dijamin buat kita lupa daging. Sensasi sayur kelor  memiliki rasa khas tersendiri.

Credit to: Fadil S. G

Kelor kerap disebut tumbuhan murahan atau dedoro (makanan sampah alias murah) karna gampang sekali ditemukan di mana-mana, di pasar tradisional, di halaman rumah, di kebon, di pematang sawah, tumbuhan ini ada. Selain itu harganya murah banget seribuan /iket. Kata-kata murahan mungkin jadi kurang ajar kalau kita sedikit telaah lebih jauh tentang tumbuhan ini. Tumbuhan yang sering dibilang murahan ini ternyata super ajaib, bayangkan ! Kelor ini bisa mencegah lebih dari 300 penyakit (diseases). Berdasarkan penelitian kelor juga memiliki kandungan gizi yang sangat luar biasa bermanfaat bagi tubuh dan mampu menjadi obat ampuh menyembuhkan penyakit-penyakit berat seperti kanker dan diabetes.
  
Sayangnya kebanyakan dari kita gak banyak yang tahu seperti kata Goethe “The hardest thing to see is what is in front of your eyes.” Mungkin Karena efek harga yang murah karena biasanya barang murah itu jarang berkualitas baik.

Kelor telah digunakan sejak lama dalam pengobatan tradisional (traditional medicine) di berbagai belahan dunia dan saat ini kelor  menarik perhatian para peneliti. Beberapa waktu terakhir lebih dari 750 studies, artikel telah dipublikasi terutama analisis mengenai nutrisinya. Kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai tiga belas spesies dalam genus Moringaceae (suku anggota tumbuhan berbunga). Moringa merupakan tumbuhan yang highly valued sejak zaman dulu. Era Romawi, Yunani dan Mesir mengekstraksi minyak dari biji kelor dan menjadikannya parfum dan skin lotion kemudian pada abad ke 19  India bagian barat mengekspor minyak dari biji kelor tersebut ke Eropa.  Mereka juga telah lama menjadikannya sebagai bahan makanan. 

Bagaimana di Indonesia?
Di Indonesia Kelor tidak hanya dikenal sebagai sayur yang enak dan memiliki khasiat luar biasa namun juga memiliki cerita mistis yang menarik dan sedikit terdengar horor. Di beberapa daerah di Indonesia tidak semua orang mau memakan kelor karena dianggap keramat. Sebagai contoh orang Jawa tidak memakan kelor dengan alasan daunnya digunakan sebagai campuran air untuk memandikan jenazah sehingga mereka melihat tumbuhan ini apabila dijadikan sayur itu menjijikan. Adapula yang mengatakan untuk mereka yang menggunakan susuk maka kelor merupakan makanan pantangan karena susuk tersebut bisa keluar. Bahaya kan jika susuknya keluar bisa-bisa terlihat tidak cantik lagi malah terlihat jadi seram.

Di Bali maupun di Lombok sebagian masyarakat masih percaya bahwa apabila melihat makhluk jadi-jadian contohnya seperti leak kemudian memukulnya dengan beberapa ikat kelor mereka akan cacat dan tidak bisa kembali normal seperti sedia kala. Kelor tidak bersahabat dengan makhluk halus. 

Percaya tidak percaya itu cerita yang berkembang hari ini di masyarakat kita! Benar atau salah saya juga tidak tahu karena secara pribadi belum pernah mengalami kejadian di luar nalar.

Post a Comment

1 Comments