Sebagian besar dari kita pastilah pernah mendengar salah satu
perusahaan multinasional yang memproduksi otomotif yakni PT. Astra
Internasional dan salah satu pendiri perusahaan tersebut William Soerjadjaja
mendirikan Yayasan Dharma Bakti Astra pada tahun 1980 dengan filosofi “Berikan
Kail Bukan IKan.” Filosofi ini memiliki arti untuk membantu seseorang untuk
mampu berdikari (berdiri di atas kaki sendiri alias mandiri). YDBA didirikan
sebagai komitmen Astra untuk berperan aktif membangun bangsa.
| Photo Bersama |
Kemarin saya sekali berkesempatan menghadiri salah satu acara
yakni KICK OFF Sektor Unggulan UKM
Kuliner LPB Mataram. Ini merupakan salah satu program yang diluncurkan oleh
YDBA di salah satu cabangnya Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Mataram, NTB
untuk menyasar komunitas UMKM kuliner di Kota Mataram dan sekitarnya. Acara ini
berlangsung di Kantor PPKP Gomong, Mataram. Sekitar 50 orang tamu undangan
hadir yang sebagian besar adalah Ibu-ibu yang berasal dari berbagai latar belakang
usaha yang berbeda-beda.
Sebelum acara inti dimulai para teman-teman blogger diajak
meninjau salah satu UKM binaan yayasan Astra. Salah satu binaan astra yang
kemudian sukses hingga mendapat pelatihan ke Jepang. Usaha catering yang sukses meraup untung hingga puluhan juta rupiah.
Usaha kuliner ini dirintis oleh seorang Sarjana Hukum yang bernama Ibu Wagini
yang awal mula merintis usahanya dengan berjualan rawon dan soto bandung di
Udayana pada tahun 2011. Kemudian pesanan demi pesanan mampir yang membawanya
bergabung dan menjadi mitra YDBA.
Ibu Wagini selaku pemilik “Kus catering “ banyak bercerita
tentang pengalamannya merintis usaha ini. Dengan modal awal hanya 200 ribu hari
ini ia sukses menjalankan usahanya atas binaan Yayasan Astra. Ibu Wagini menjalankan
usahanya dibantu 25 karyawan tetap dan tidak tetap. Menangani segala bentuk
pesanan makanan mulai dari menu prasmanan untuk acara pernikahan, seminar
hingga pesanan nasi kotak dengan berbagai macam menu dengan cita-rasa yang luar
biasa. Catering ini juga menyediakan makanan untuk menu vegetarian, sehingga
memungkinkan bagi para para vegetarian untuk memesan makanan di sini walaupun
Ibu Wagini mengatakan menu tersebut cukup rumit tapi beliau menjawab tetap bersedia
menyediakan bila ada pesanan.
| Stock Gudang Bahan Makanan |
Ibu Wagini juga mengajak kita ke tempat produksi makanan untuk
pesanan cateringnya, memperlihatkan berbagai alat-alat yang digunakan untuk
menjalankan usahanya. Bagaimana dia menjaga kebersihan dan kerapian dalam
menyajikan setiap hidangan dengan terus melakukan inovasi demi menjaga kepuasan
konsumen. Beliau juga memberikan kami makanan kecil yang di bawa dari Jepang
saat dua minggu mendapat pelatihan di sana. Sebelum kembali ke tempat acara
beliau memberikan pesan untuk para calon wirausaha muda untuk jangan patah
semangat karena modal uang tidak selalu menjadi jaminan menjadi sukses
melainkan kemauan yang kuat.
| Jajanan Jepang |
Acara dilanjutkan dengan pemaparan program yang disampaikan
langsung oleh Bapak Henry C. Widjaja
selaku Ketu YDBA yang secara langsung hadir untuk berbagi cerita tentang
pengalaman yayasan Astra dalam membina lebih dari enam belas cabang Lembaga
Pengembangan Bisnis (LPB) dengan kondisi 11 cabang aktif yang tersebar di
seluruh Indonesia. Untuk akses pembiayaan di daerah YDBA bersama Group Astra
mendirikan LKM/Koperasi. Hingga Juni 2017 YDBA telah memberikan binaan kepada
10. 112 UMKM dan secara langsung menciptakan lapangan pekerjaan hingga 65. 158
melalui UMKM yang dibinanya.
| Henry. C. Widjaja |
Acara terkahir dilanjutkan dengan menandatangani nota
kesepakatan yang menunjukkan komitmen bersama untuk mengembangkan UMKM Kuliner
Mataram dan sekitarnya. Melalui program sektor unggulan ini diharapkan UKM
Kuliner di Mataram mampu naik dan awet dalam menjalankan bisnisnya kemudian UKM
anggota komunitas sektor unggulan mampu menjadi UKM mandiri. Tidak lupa Ibu-ibu dengan semangat secara bergantian meminta untuk berfoto shelfie dengan Bapak Henry.
1 Comments
Nice
ReplyDelete