Setiap tanggal
2 Mei, Indonesia merayakan hari pendidikan nasional untuk mengingat jasa para
pahlawan pendidikan yang mengambil peranan yang sangat besar dalam perjalanan
pendidikan bangsa sampai hari ini. Biasanya saat sekolah dulu kita merayakannya
dengan datang melakukan upacara bendera (flag
ceremony) setelah itu bel pulang berdering dan semua teman-teman bersorak
gembira karena cepat pulang.
| Coret-coretan |
Mungkin ini
sudah menjadi tradisi dimana hari ini sebagian besar anak-anak SMA merayakan
kelulusan mereka dengan coret-coretan. Mengecat rambut dengan warna-warna
terang seperti hijau, ungu, merah, kuning dan lainnya. Kebut-kebutan di jalan
dengan bangga kompoi berkeliling dengan berteriak kegirangan. Ki Hajar Dewantara
menangis dari alam baka sana menyaksikan ini semua “gumam saya dalam hati.”
Selebrasi salah tempat.
Saya mulai
berpikir setiap tahun ini terjadi berarti seolah-olah semua orang membiarkan
ini semua terjadi. Guru, sekolah, orang tua di rumah dan pemerintah tidak
mengeluarkan larangan keras untuk mencegah ini semua. Siapa yang harusnya
disalahkan? Kita tidak harus sibuk saling bertanya siapa yang salah karena
setiap orang memiliki pembenaran masing-masing. Saya benar, kamu benar, mereka
juga benar jadi biarkan saja toh juga hanya sehari!
Tanggung
jawab diri yang besar datang seiring bertambahnya umur. Rencana ke depan
membentang dan menanti kita seperti rencana studi, jurusan yang akan di ambil,
memilih universitas, biaya, dan pertimbangan-pertimbangan lainnya dan itu
membutuhkan sikap dan persiapan. Namun mungkin itu belum terlintas jelas di
kepala mereka. Semoga kedepan mereka bisa lebih maju dan sadar bahwa hal
semacam ini tidak penting dilakukan.
Saya
berpikir bahwa hardiknas tidak mengaharuskan kita melakukan hal-hal yang besar
untuk mengubah dunia atau Indonesia tapi alangkah lebih baik kita bisa
memulainya dengan berpikir memilih mana yang positif dan tidak untuk diri kita
pribadi.
Selamat Hari
Pendidikan Nasional untuk kita semua! Semoga kita dapat menangkap esensi apa
sebenarnya arti pendidikan sebenarnya.
Terima
Kasih!
4 Comments
Menurut saya, sangat tidak perlu.
ReplyDeletehahahah iyalah gak perlu..........
DeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDeleteThanks
ReplyDelete