Mengintip Pesona Sungai Bukit Tinggi




Alasan saya menulis tempat ini karena mengantarkan saya pada memori masa lalu tepatnya masa kecil dimana saya dan teman-teman sering menghabiskan waktu berjam-jam mandi di sungai. Lupa waktu, lupa sholat, lupa makan karena sibuk mandi seharian. Tidak heran waktu kecil kulit saya hitam legam sehingga orang-orang kerap memanggil saya “siteng” Dalam bahasa Sasak artinya hitam.

Tapi setelah beranjak remaja dan kebetulan saya dan keluarga pindah ke Kekeri, Gunung Sari, Lombok Barat semuanya berubah. Tempat-tempat yang dahulu tempat kita menghabiskan masa kecil 100 % berubah. Sawah-sawah berubah menjadi tempat pemukiman, sungai-sungai yang dulunya jernih berubah menjadi kotor, airnya keruh dan bersampah. Melihat saja sudah merasa malas apalagi untuk mandi seperti saat kecil dulu rasanya sama sekali tidak tertarik dan tidak menarik lagi.

Photo oleh: Ziadah Ziad

Sampai akhirnya dua minggu yang lalu kakak saya mengajak saya belusukan ke desa Bukit Tinggi kurang lebih 4 km dari Kekeri dan masih berada satu kecamatan jadi tidak terlalu jauh. Nama desa ini sebelumnya Gawah Tunjang yang kemudian berubah menjadi Bukit Tinggi. Lokasi desa ini cukup terjal dan berbukit tapi beruntung jalannya sudah beraspal dan bagus sehingga mudah untuk para pengendara mobil atau motor. Kalian yang membawa kendaraan kecil bisa menitipkannya di warga setempat atau di masjid.

Untuk mencapai sungai itu kita harus melewati rumah penduduk dan menuruni jurang kecil, tapi jangan khawatir jurangnya sama sekali tidak berbahaya, namun apabila membawa anak-anak di bawah lima tahun maka harus tetap extra hati-hati dan memakan waktu sekitar 10 menit. Setelah melewati jurang kecil itu kita bisa melihat mini hutan jati yang ditanam oleh warga sekitar kemudian hamparan hijau padang ilalang disertai dengan pohon-pohon kelapa tinggi menjulang. Semuanya indah dan memanjakan mata kita. Banyak sekali spot yang bagus untuk mengambil gambar apalagi untuk yang suka berphoto selfie tempat ini sangat pas.


Setelah melewati jalan tersebut barulah kita turun bersiap-siap melihat pemandangan menakjubkan yakni Meninting Bukit Tinggi kenapa meninting karena orang Lombok biasa menyebut sungai dengan kata itu. Sungai ini masih tetap indah karena warga di sana tidak memberikan izin untuk penambangan batu untuk keperluan material karena mereka memahami itu akan merusak struktur tanah dan bisa mengakibatkan banjir bandang. Membawa bekal yang banyak akan menambah keceriaan kita karena apabila kita memutuskan untuk mandi pastilah kita merasa lapar jadi menikmati nasi bungkus di pinggir sungai akan terasa lebih nikmat sambil menikmati panorama alam di sekitarnya.

Photo Oleh: Ziadah Ziad

Kalian harus ke tempat ini karena mandi di sungai yang masih asri jauh lebih sehat di bandingkan  mandi di kolam renang. Luangkan waktu untuk berakhir pekan di tempat ini!


Post a Comment

1 Comments