Sosialisasi CCIP AMINEF: Bergabung Bersama Pemburu Beasiswa



Kemarin tepatnya pada tanggal 14 Maret 2017 saya mendapat satu kursi untuk mengikuti sosialisasi beasiswa yang kali ini diselenggarakan oleh AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation) di Hotel Santika, Mataram. Sosialisasi ini menyediakan kuota hanya untuk 50 orang, sehingga salah satu kordinator yang kebetulan salah satu Alumnus CCIP mengatakan bahwa saya tidak bisa sembarangan mengajak teman karena daftar yang akan hadir sudah ditentukan.

Hari itu hujan besar disertai dengan kilat petir tapi saya tetap bersemangat untuk ikut. Saya berpikir bahwa disana pasti banyak orang-orang yang inspiratif yang akan hadir. Dugaan saya benar, saya bertemu dengan beberapa teman-teman dari berbagai kalangan. Mahasiswa, Beberapa Fulbrighters, Jurnalis, Founder yayasan dan beberapa Blogger terbaik Lombok. Namu jika diingat-ingat wajah mereka sedikit familiar mungkin karena setengah dari peserta adalah teman-teman di facebook walaupun ada beberapa dari mereka tidak pernah saya temui secara langsung.

Kami semua duduk hikmat mendengarkan penjelasan yang disajikan melalui slide Power Point. Sesekali kami peserta tertawa keras sesekali mendengar salah satu speakernya melontarkan kalimat-kalimat lucu seperti saat mengatakan ''Yang ditanggung oleh kami adalah hanya biaya tiket keberangkatan dan saat kepulangan saja, jadi untuk tiket lebaran, nikahan ataupun yang lain sama sekali tidak ditanggung.'' Kemudian saat sesi pertanyaan di buka, beberapa peserta mengajukan berbagai pertanyaan seputar LOA, apartmen, house family, kuota untuk setiap provinsi, seputar keamananan bepergian di sana dan yang paling menarik adalah saat membahas tentang  vaksin, salah satu calon penerima beasiswa CCIP diharuskan untuk melakukan vaksin dan kebetulan vaksin yang ditentukan tidak ada di Lombok-NTB yang ada hanya di kota-kota besar di Indonesia praktis dia harus pergi ke luar kota hanya untuk suntik vaksin terdengar sangat lucu saat dia melontarkan kalimat bahwa "saya mbak jauh-jauh ke Surabaya cuman untuk suntik doang, trus balik pulang ke Lombok, saya juga heran cuman suntik doang trus langsung balik." Terdengar sangat lucu.

AMINEF patilah berkaitan dengan American dream salah satu alasan banyak sekali mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan studinya ke Amerika tidak terkecuali dengan kita mahasiswa di Lombok-Indonesia. Mendapatkan beasiswa terdengar memiliki keistemewaan khusus bagi saya pribadi karena saya merasa mereka yang berhasil mendapatkannya adalah mereka yang sangat baik dalam mempersiapkan masa depan.

AMINEF adalah sebuah yayasan yang didirikan pada tahun 1992. Yayasan ini adalah yayasan bi-nasional atau yayasan nirlaba yang mengelola Fulbright dan program inisiatif khusus lainnya di Indonesia. Fokus utama dari Program Fulbright di Indonesia adalah untuk mempromosikan saling pengertian antara masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat melalui pertukaran pendidikan dan beasiswa akademik.

Dan untuk program CCIP (Community College Initiative Program) sendiri merupakan salah satu special program yang ditawarkan oleh Aminef. Program ini merupakan Non-Degree Short Course (Kursus Singkat tanpa gelar) di Community College yang berada di Amerika. Program ini bertujuan untuk membangun dan melatih teknikal skill panda bidang tertentu.

Mereka mengatakan pada dasarnya beasiswa ini tidak terlalu susah untuk di raih jika dibandingkan dengan beberapa beasiswa yang lain. Salah satu hambatan para pelamar biasanya TOEFL yang tinggi, namun untuk short course ini standar yang ditetapkan tidak terlalu susah yakni hanya 450 Tentunya dengan persyaratan-persyaratan lain yang harus dipenuhi.

Dengan sosialisasi kemarin saya berpikir kesempatan terbuka lebar bagi kita semua selama memiliki kemauan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.










Post a Comment

0 Comments