Pertama
kali melihat cover buku ini saya merasa tidak terlalu tertarik untuk membacanya
karena dari judul saja 'Tasawuf Salafi' phrase yang cukup asing dan membuat
saya mulai berfikir mungkin buku ini berat, doktrinal dan membicarakan banyak
sekali hal tentang larangan-larangan dengan interpretasi tekstual biasa.
Namun
setelah membaca selembar demi selembar pikiran saya berubah ternyata buku ini
banyak mengupas tentang dasar-dasar "tasawuf". Saya sangat menyukai
kata "dasar" karena sudah pasti buku ini tidak akan terlalu sulit dan
berat untuk bisa dimengerti. Bekal pengetahuan agama yang biasa-biasa saja tidak
membuat saya patah semangat untuk mereview buku ini. Saya berpikir awal yang
bagus untuk mempelajari "tasawuf" walaupun banyak orang tua yang
mengatakan tasawuf sangatlah berat.
Berangkat
dari definisi tasawuf yang ada dapat disimpulkan bahwa tasawuf adalah jalan
menuju kedekatan kepada Allah Swt dengan cara melepaskan diri dari segala
sesuatu yang rendah dan hina dan berpegang teguh kepada sunah Rasullullah Saw.
Usaha untuk membangun manusia dalam tutur kata, perbuatan, serta gerak hati ---
baik dalam skala kecil yaitu pribadi atau skala yang lebih besar --- dengan
menjadikan hubungan kepada Allah Swt sebagai dasar bagi semua itu.
Pendek
kata "tasawuf adalah takwa" dengan segala tingkatannya, baik yang
kasat mata (al-hissiyah) ataupun maknawi. Takwa adalah mengerahkan
seluruh sikap penghambaan dan penyembahan hanya kepada Allah Swt. Rasulullah
menyebut tasawuf dengan ungkapan "Al-Ihsan".
Ada
perbedaan yang terjadi di dalam memberikan definisi tentang tasawuf sehingga
buku ini menekankan untuk kita bisa melihat antara tasawuf sebagai sisi
spiritual dalam Islam, sebagai sebuah ajaran dengan sufi (orang-orang yang
melaksanakannya). Semua perbedaan yang terjadi kembali kepada derajat seorang
sufi dalam perjalanannya menuju Allah Swt. Setiap sufi mengungkapkan perasaan
serta apa yang ada dalam hatinya dengan ungkapan yang berbeda-beda tentang
tasawuf. Meski demikian hakikatnya sama dan satu.
Hakikat
digambarkan bagaikan sebuah taman yang indah, yang di dalamnya terdapat banyak
pohon. Setiap sufi berada di bawah masing-masing pohon dalam taman tersebut,
kemudian masing-masing sufi memberikan gambaran sifat pohon yang ia berada di
bawahnya.
Tasawuf
merupakan sebuah usaha menuju kesempurnaan hidup, sebagai sesuatu yang bersifat
fardhu 'ain. Tasawuf adalah obat bagi penyakit yang bersarang di dalam
hati manusia. Manusia betapapun tinggi martabatnya pastilah terdapat dalam
dirinya penyakit hati dan salah satu hal yang tidak dapat dipungkiri adalah
salah satu fungsi diturunkannya risalah kenabian adalah mengobati jiwa dan hati
manusia.
Jika
tasawuf menjadi sebuah disiplin ilmu yang khusus saat ini maka sudah menjadi
kewajiban bagi kaum Muslimin untuk mempelajari dan mengamalkannya baik ditinjau
dari sisi hukum Islam, dari sisi akal, maupun dari sisi kemanusiaan dan
masyarakat sehingga tercipta generasi yang menebar cinta dan saling pengertian,
generasi yang mencapai sebuah peradaban gemilang yang didasari oleh keimanan
kepada Allah Swt. Hati yang tidak tertuju kepada dunia namun berlari
menuju pemilik seluruh dunia.
Sering
kali para guru tasawuf dikaitkan dengan ras tertentu sejak zaman dahulu entah
itu Persia, Arab, atau orang-orang keturunan Majusi dan sebagian yang dikaitkan
dengan keturunan Nabi Muhammad dan kalau kita merujuk pada Al-Qur'an dan Sunah
Rasulullah tidak ada pengakuan keunggulan satu ras dengan ras lainnya.
Tidakkah
Allah berfirman ''Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi
Allah Swt adalah orang-orang yang bertakwa'' (Q.S Al-Hujurat, (49): 11) dan
Rasullullah pernah mengatakan bahwa tidak ada keistimewaan orang kulit putih
dibandingkan mereka yang berkulit merah, dan tidak ada kelebihan orang Arab
dibandingkan dengan orang yang bukan Arab kecuali dengan ketakwaannya dan dalam
hadistnya mengatakan "Sesungguhnya Allah Swt telah menghilangkan diri
dari kalian kejelekan adat jahiliyah dan kebanggaan mereka terhadap bapak-bapak
mereka , mukmin yang bertakwa dan orang yang lacur. Kalian semua berasal dari
Adam a.s dan Adam a.s berasal dari tanah." Dalam hadist yang
lain Nabi Muhammad mengatakan dengan mimik yang terlihat marah, ''Hendaklah
suatu kaum meninggalkan kebanggaan kesukuan mereka, sesungguhnya hal tersebut
merupakan kayu bakar api neraka..."
Rasulullah
di utus untuk seluruh manusia. Pemisahan dan perasaan seseorang bahwa rasnya
adalah ras yang lebih mulia dibandingkan dengan ras lain adalah sebuah
perangkap jahiliyah karena sejatinya Islam sejatinya tidak datang hanya untuk
orang-orang Arab semata.
Tasawuf
adalah usaha dan pengalaman batin yang dapat menjadikan kita sampai pada
kondisi rasa yang tidak pernah dirasakan sampai pada kejrnihan hati, kepada
kondisi persaksian yang agung dan mewujudkan makna kekhalifahan di bumi.
Kesemuanya tidak dapat dicapai kecuali hanya dengan menggabungkan antara ilmu
dan ibadah dan kesemuanya hanya dapat dirasakan oleh kita sendiri.
Tasawuf
bukanlah sekedar ilmu pengetahuan tanpa praktik dan membaca buku-buku dan
literatur tasawuf hanyalah merupakan gizi bagi akal dan informasi pengetahuan
bagi akal, yang terkadang nafsu amarah mampu menggiring kita ke jalan yang
sesat. Usaha yang keras untuk mengasah cahaya kecemerlangan hati merupakan
hasil dari kesungguhan berbuat.
Hubungan
kedekatan kita dengan Allah Swt lebih dekat daripada hubungan darah dengan
orang tua. Penyatuan dari syariat dan hakikat terwujud dalam diri Nabi Muhammad
Saw. Syariat adalah perkataannya, tarikat adalah perbuataannya sedangkan
hakikat adalah kondisi spiritualnya. Syariat tanpa hakikat adalah kosong dan hakikat
tanpa syariat adalah batil keduanya adalah kosong. Hubungan anatara syariat dan
hakikat diumpamakan laksana seperti pohon dan buahnya, laksana bungan
keharumannya, dan laksana api dengan panasnya keduanya adalah satu.
Muhammad
Zaki Ibrahim yang juga penulis buku ini menjelaskan bahwa tasawuf adalah ilmu
makrifat. Ia adalah pengalaman dari Islam yang sahih, perwujudan dari kebenaran
iman, dan perwuudan dari ihsan.
Mungkin
kita tidak bisa secara utuh mengamalkan tasawuf tapi ini bisa menjadi awal yang
baik bagi kita semua untuk lebih berusaha untuk lebih dekat lagi dengan Tuhan
tentunya dengan belajar untuk terus menemukan kebaikan-kebaikan yang membuat
kita menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya.

0 Comments