Jika kita memperhatikan setiap
detail alam semesta pastilah menujukkan pada sebuah penciptaan yang sangat luar
biasa. Berbagai pemikiran muncul dari seluruh hasil penelitian yang dilakukan
oleh berbagai ilmuan yang berhasil merumuskan berbagai teori yang memicu
berbagai reaksi, tidak terkecuali dengan salah satu ilmuan Turki Harun Yahya.
Saat membaca buku ini saya merasa
kurang simpatik terhadap ilmuan yang satu ini. Dalam beberapa literatur Harun
Yahya terlihat sangat menyudutkan Darwin. Harun Yahya dengan sangat keras mengatakan
bahwa teori darwin sama sekali tidak berdasar dibantah oleh penemuan-penemuan
ilmiah lainnya serta teori tersebut tidak didasarkan pada penemuan ilmiah yang
konkret dan mengatakan bahwa teori tersebut hanyalah sebuah “asumsi,” harusnya
secara bijak dia harus mengakui bahwa seburuk apapun teori sebelumnya merupakan
acuan untuk menuju teori berikutnya.
Doktrin evolusi ini bermula sejak
zaman Yunani Kuno, kemudian dilanjtkan secara ektensif pada abad ke-19.
Penyebab utama membuat teori ini menjadi topik utama di dunia sains karena buku
dari Charles Darwin yang berjudul The
Origin of Species yang terbit pada tahun 1859. Dalam bukunya Darwin menolak
teori penciptaan dan tidak menerima intervensi supranatural apa pun menurutnya
semua makhluk hidup memiliki nenek moyang yang sama dan mereka menjadi
beranekaragam dalam jangka waktu yang lama melalui perubahaan yang
berangsur-angsur.
Kemudian dalam teori generatio spontanea, teori ini menganggap benda mati muncul
bersama-sama untuk membentuk organisme hidup yang diterima oleh masyarakat
luas. Orang percaya bahwa serangga berasal dari makanan basi dan tikus berasal
dari gandum sejalan saat Darwin menulis bukunya keyakinan bahwa bakteri muncul
dari benda mati diterima luas di dunia sains.
Beberapa usaha dilakukan oleh
pembela teori evolusi dan evolusionis pertama yang membahas asal-usul kehidupan
di abad ke-20 adalah Biolog Rusia yang sangat terkenal, Alexander Oparin. Pada
tahun 1930-an, ia mencoba membuktikan bahwa sel makhluk hidup dapat berasal
dari kebetulan semata. Dalam perkembangannya kajiannya berakhir dengan
kegagalan. Kemudian pengikut Oparin yang merupakan ahli kimia Amerika, Stanley
Miller pada tahun 1953 setelah beberapa lama Miller mengakui bahwa media yang
digunakan dalam eksperimennya tidaklah realistis. Usaha para evolusionis abad
ke-20 untuk menjelaskan asal-usul kehidupan berakhir dengan kegagalan.
Teori evolusi dikatakannya
berakhir dengan kebuntuan yang besar, tentang asal kehidupan adalah karena
organisme hidup yang dianggap paling sederhana pun mempunyai struktur yang
benar-benar rumit. Sel suatu makhluk hidup adalah sangat rumit daripada seluruh
produk teknologi yang diproduksi oleh manusia.
Darwin mendasarkan seluruh
pemunculan teori evolusinya pada mekanisme seleksi alam (Natural Selection) yang berpandangan bahwa makhluk hidup yang lebih
kuat dan lebih pandai menyesuaikan diri dengan kondisi alam pada habitatnya,
akan dapat bertahan hidup dengan segala perjuangannya.
Yang paling menarik dan sering
diangkat oleh para pendukung teori Evolusi tentang asal-muasal manusia. Para
pengikut Darwin mengklaim bahwa manusia modern hari ini adalah hasil
perkembangan dari beberapa macam makhluk seperti kera. Diperkirakan evolusi ini
terjadi sekitar 4-5 juta tahun yang lalu yang mengklaim telah ada transisi
antara manusia modern dan nenek moyangnya. Empat kategori dasar yakni Australopithecus---- Homo Habilis----Homo Erectus----Homi Sapiens .
Singkatnya skenario dari evolusi
manusia, yang dipandang terjadi dengan bantuan beragam gambaran dari beberapa
makhluk setengah kera, setengah manusia yang muncul di media-media dan
buku-buku pelajaran merupakan propaganda yang disengaja dan tak lain hanyalah
suatu dongeng tanpa dasar saintifik. Dan kritiknya terhadap teori evolusi
tersebut dianggap serangan terhadap dunia sains.
Harun Yahya pernah mengatakan
bahwa teori evolusi adalah sebuah lawakan besar di dalam buku-buku sejarah di
masa mendatang. Teori evolusi tidak lebih dari tipuan paling buruk dan sihir
yang sangat menyeramkan dan banyak orang yang akan gundah dan ragu-ragu
bagaimana mereka bisa ditaklukkan oleh paham konyol semacam itu.
Mungkin sesama ilmuan memiliki
rasa sentimen tersendiri terutama bagaimana masyarakat merespon teori tersebut.
Padahal jika dilihat bahwa mereka memiliki latar belakang kehidupan yang sangat
berbeda terutama dalam melihat konsep Ketuhanan yang harusnya disadari.
0 Comments