Puisi-puisi bisa sangat
bermanfaat dalam mendapatkan wawasan-wawasan baru tentang berbagai masalah atau
situasi yang dihadapi. Salah satu metode untuk melatih intuisi adalah dengan
banyak merenung. Di dalam buku ini Lao Tzu mengajarkan kita semua untuk fokus
pada kehidupan selaras dengan roh batiniah kita (kebaikan). Lao Tzu yang lahir
pada 604 Sebelum Masehi, adalah seorang penjaga perpustakaan Tiongkok. Ia
bukanlah seorang guru tetapi terkenal karena jalan hidupnya (Tao artinya
jalan). Ia kemudian menuangkan pemikiran-pemikirannya ke dalam tulisan. Buku
ini berisi puisi-puisi yang bisa digunakan sebagai bahan meditasi pikiran harian kita.
Nada yang Beragam
Orang menganggap yang satu cantik,
Yang lain tidak cantik, menganggap ciptaan yang
satu baik, yang lain tidak baik.
Padahal penciptaan, penciptaan dan kehancuran, sulit dan mudah,
Panjang dan pendek, tinggi dan rendah
Semuanya bangkit dari satu sama lain
Seseorang yang bijak, menerima segalanya apa
Adanya, membiarkannya datang dan pergi, sebagai
Sesuatu di mana ia dapat berpartisipasi, bukan
Untuk didominasi, untuk dipupuk, bukan dimiliki.
--------
Semakin Dalam
Peganglah pintu keterbukaanmu;
bernafaslah alami, tumbuhlah apa adanya,
tetaplah seperti kanak-kanak,
bersahabatlah tanpa berprasangka,
tetapi semakin dalamlah dengan usia.
Biarlah pikiran aktifmu bermanfaat,
Tetapi bukan memisahkanmu,
dari kesatuan dengan segalanya.
Bimbinglah tanpa mengendalikan
Percayakanlah kepada aliran kehidupan.
--------
Tenangkanlah Pikiranmu
Tenangkanlah pikiranmu, agar hatimu damai,
karena ketika engkau damai, jalan sejatimu
bisa lebih mudah timbul.
Dengan kembali ke keteduhannya,
Setiap makhluk hidup,
Memenuhi takdirnya sendiri.
Dengan memasuki keteduhan,
Dengan hati yang terbuka, engakau menjadi
Satu dengan semua kehidupan.
------
Bentuk-bentuk Lahiriah
Kalau meninggalkan pembelajaran yang kaku,
Manusia akan lebih bahagia, dan kalau lebih
Bahagia, mereka akan lebih ceria dan
Lebih hidup daya imajinasinya.
Bentuk-bentuk lahiriah kehidupan ini telah gagal,
Oleh sebab itu, bebaskanlah dirimu, temukanlah
Hikmat batiniahmu, sadarilah sifat alamimu, dan
Jadilah seperti yang engkau kehendaki.
--------
Mengosongkan Agar Penuh
Keutuhan kehidupan adalah sedemikian rupa
Sehingga, dengan mengalah engkau bisa
Mengalahkan, dengan melenturkan engkau bisa
Meluruskan, dengan mengosongkan engkau bisa
Penuh, dengan mati engkau bisa lahir kembali,
Dengan memiliki sedikit engkau
Akan beruntung, dan dengan memiliki
Banyak engkau bisa bingung.
Sadarlah akan ini, seseorang yang kreatif
Merangkul keutuhan, dan tanpa memamerkan
Diri, ia bersinar, tanpa menyatakan diri,
Ia dipercayai, dengan tidak mengenal diri sendiri,
Ia mulai menjadi dirinya sendiri, dan
Dengan tidak bersaing, ia sukses.
Menemukan kedamaian dan kompetensi,
Ia mendapatkan imbalan sederhana yang
Mungkin diinginkan yang lain.
Mengalahlah maka engkau tidak perlu patah,
Kosongkanlah maka engkau bisa penuh,
Relakanlah dan temukanlah punyamu sendiri.
--------
Mengenali Talenta
Kenalilah talenta-talentamu,
Sebab mereka adalah landasan kokoh,
Di atas mana engkau dapat bertumbuh.
Latihlah apa yang engkau cintai,
Maka engkau akan menjadi sejati,
Kembangkanlah itu pada sesamamu,
Maka engkau akan membantu mereka tumbuh,
Rayakanlah itu pada komunitasmu,
Maka akan timbul sukacita,
Dukunglah itu pada bangsamu,
Maka akan tercipta ikatan yang kuat.
-------
Merangkul Ketiadaan
Sebuah roda ditopang oleh tiga puluh jari-jari,
Tetapi lubangnyalah, ketiadaanyalah,
Yang menjadikannya roda.
Sebuah mangkuk terbuat dari tanah liat,
Tetapi tengahnya, kedalamannyalah,
Yang membuatnya bermanfaat.
Kayu dan batu membentuk sebuah rumah,
Tetapi ruangannya, keterbukaannyalah,
Yang membentuk rumah tangga.
Sama seperti halnya ketiadaan dan keberadaan,
Bergabung menjadi lebih bermanfaat, kita dibantu
Oleh ketiadaan, untuk menciptakan bentuk.
---------
Kekuatan yang Bijaksana
Pengetahuan membantu kita memahami,
Apa yang di luar kita, sementara hikmat,
Yang timbul dari pusat kita,
Membantu kita mengasihi.
Menguasai sesama membutuhkan paksaan,
Menguasai diri membutuhkan kekuatan.
--------
Semoga setelah membaca puisi-puisi ini kita bisa lebih memahami diri sendiri dan dapat menyelaraskan diri dengan kecantikan batiniah maupun lahiriah.
0 Comments