6 Alasan Utama Mengapa Amerika Di Benci

Bagaimana cara Amerika melihat dunia dan bagaimana dunia mempersepsikan Amerika, itulah menjadi inti pertanyaan yang sedang saya pikirkan. Amerika sangat mempengaruhi kehidupan setiap individu, kelompok, komunitas dan bangsa di planet ini. Ada banyak persepsi tentang Amerika termasuk yang dipersepsikan oleh bangsa-bangsa lainnya di dunia, termasuk kita di Indonesia.

Analisis kebijakan luar negeri Jerman Joseff Joffe dalam sebuah artikel yang di muat dalam The National Interest menggambarkan bahwa Amerika sebagai ancaman sekaligus perayu ulung, monster sekaligus teladan. Faktanya bahwa seluruh dunia mempunyai hubungan cinta-benci dengan Amerika. Di dunia yang saling terhubung yang tentunya didominasi oleh jangkauan kekuasaan Amerika, bangsa lain di dunia ini mau tidak mau, suka tidak suka harus menanggapi segala yang berbau dengan U. S dengan serius. Jika tidak Amerika bisa berbuat macam-macam.

Berikut adalah 6 alasan utama mengapa Amerika dibenci yang saya kutip melalui buku Why Do People Hate America? Karya dari Merryl win Davies dan Ziauddin Sardar.

Pertama, Amerika menjadi “mimpi buruk” bagi perekonomian negara-negara berkembang. Kegiatan-kegiatannya mencerminkan agenda yang hanya membela kepentingan perusahaan-perusahaan yang dominan memonopoli perdagangan internasional. IMF dan Bank Dunia telah menjadi alat terang-terangan kebijakan luar negeri Barat khususnya Amerika. Semua perekonomian dunia berfungsi terutama demi kepentingan Amerika Serikat.

Kedua, Amerika Serikat mengakumulasi kekayaan dunia melalui berbagai jenis manipulasi salah satunya untuk membiayai pertumbuhan domestiknya lewat tabungan bangsa-bangsa lain di dunia. Semenjak standar emas di tinggalkan AS telah memetik keuntungan sebagai pemimpin kurs mata uang ini berarti mereka di untungkan dari menerbitkan dollar untuk digunakan di seluruh dunia. Mereka diuntungkan untuk menetapkan suku bunga demi kepentingan domestik ketimbang kepentingan ekonomi global.

Ketiga, Kebijakan luar negeri Amerika telah menyensor, menjatuhkan sanksi-sanksi terhadap negara-negara yang mencari dan mengembangkan senjata nuklir. Ia menjatuhkan sanksi-sanksi yang melumpuhkan sebagai contoh Pakistan dan India karena mengembangkan senjata ini. Ia juga mengecam Korea Utara karena memiliki arsenal nuklir. Tetapi ia justru mempunyai persenjataan nuklir terbesar dan merupakan satu-satunya negara di dunia yang pernah menggunakan senjata atom (Hiroshima dan Nagasaki) dalam perang.

Keempat, Pemerintah Amerika Serikat mengecam dan menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara lain seperti Irak yang mengembangkan atau menimbun persenjataan biologis atau kimia. Tetapi ia sendiri justru menimbun persenjataan cacar, anthrax dan persenjataan lain terbesar di dunia. Ia terus bereksperimen dengan persenjataan patologis baru. Memiliki kurang lebih 300.000 ton persenjataan kimia.

Kelima, Amerika Serikat mengatakan bahwa pemilihan itu hendaknya bebas dan adil tentunya melarang negara-negara lain untuk campur tangan dalam pemilihan mereka sendiri. Amerika sendiri secara rutin campur tangan dalam pemilihan di negara-negara lain, dan mendanai partai-partai politik di negara-negara berkembang, terkadang secara tersembunyi melalui CIA terkadang juga melalui organisasi-organisasi Non-Pemerintahan serta media massa.

Keenam, Dalam bukunya mantan Sekretaris Jenderal PBB, Boutros Ghali “Unvanquished: a US-UN Saga” mengatakan bahwa hari ini PBB adalah milik tunggal sebuah kekusaan tunggal --Amerika Serikat— yang lewat intimidasi, ancaman serta penggunaan vetonya, memanipulasi badan dunia tersebut demi kepentingannya sendiri. Kalau perlu menggunakannya untuk mengesahkan tindakan-tindakannya untuk membangun koalisi dan memberlakukan sanksi-sanksi terhadap negara-negara yang tidak berpendirian.

Amerika mempromosikan kebebasan dan hak azasi manusia di seluruh dunia, bahwa bangsa lainnya cemburu terhadap kebebasan dan demokrasi Amerika, menganggap bahwa cara hidup orang Amerika adalah yang terbaik dalam sejarah manusia oleh karenanya Amerika harus di kagumi oleh semua orang sesuai dengan ungkapan mantan Presiden Amerika Lincoln “Amerika adalah pengharapan terbaik terakhir bagi umat manusia” yang sangat disayangkan ternyata bangsa-bangsa lain di dunia berpandangan sebaliknya Amerika tidak lebih dari objek kebencian dan ketakutan yang didasarkan atas pengalaman konkrit atas kekuasaan Amerika selama lebih dari lima dekade terakhir.     

 

 

 

 

 

 

 

Post a Comment

1 Comments